Berita

Peluncuran PBI Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto/Ist

Politik

Peluncuran BPI Danantara Buka Peluang Reshuffle Kabinet

SELASA, 25 FEBRUARI 2025 | 12:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara ( BPI Danantara) di Halaman Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 24 Februari 2025. 

Peluncuran Danantara ini menandai langkah strategis pemerintah dalam mengelola investasi nasional guna mendukung pertumbuhan investasi yang berkelanjutan.

Terkait itu, Co Founder Forum Intelektual Muda, Muhammad Sutisna mengatakan langkah Presiden ini patut diapresiasi dalam melakukan langkah strategis untuk kesejahteraan masyarakat. 


“Walaupun masih banyak catatan yang harus diperhatikan oleh Pemerintah saat ini yakni pasar dan masyarakat masih belum menyambut positif niat baik pemerintah. Hal itu ditandakan oleh melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),” kata Sutisna dalam keterangannya, Selasa, 25 Februari 2025.

Lanjut dia, IHSG ditutup di zona merah ke posisi 6.749,60 setelah dibuka di level 6.803,00. IHSG tercatat merosot 0,78 persen dan mayoritas sektor masih bergerak melemah. 

“Pelemahan paling signifikan terjadi pada sektor infrastruktur yang turun 2,11 persen. Diikuti sektor bahan baku yang merosot 1,81 persen, sektor energi melemah 1,66 persen, sektor keuangan turun 0,59 persen, sektor properti melemah 0,25 persen, dan sektor siklikal merosot 0,02 persen. Dari situ kita lihat bahwa, pasar saat ini mengalami distraksi yang sangat luar biasa dalam menghadapi ketidakpastian politik global dan nasional yang sangat berpengaruh,” jelasnya. 

Alumni Magister Sekolah Kajian Stratejik & Global Universitas Indonesia ini menambahkan dengan adanya polemik LPG 3 kg yang heboh beberapa waktu lalu semakin memperparah situasi yang ada.  

“Hal ini perlu dimitigasi dengan baik oleh pemerintah dengan kembali mengembalikan kepercayaan pasar maupun masyarakat. Salah satunya dengan me-reshuffle kabinet, yang hari ini ditunggu oleh publik,” imbuh Sutisna.

Masih kata dia, dengan terpilihnya Rosan Roeslani sebagai Kepala BPI Danantara membuka kembali peluang reshuffle kabinet Prabowo-Gibran. 

Ia menyebut rangkap jabatan Rosan sebagai Menteri Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bisa menimbulkan persoalan. 

“Persoalan investasi sangat urgen bagi bertumbuhnya ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga harus fokus digarap dengan tidak membebankan beban terlalu berat pada satu orang yang juga mendapatkan tugas yang besar mengelola kekayaan negara yang sudah ada di BUMN,” ungkapnya.

Sambungnya, dengan adanya perang dagang/perang tarif yang dilakukan Amerika di bawah pemerintahan Trump membuat realisasi investasi asing kian terancam turun padahal presiden mencanangkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen. 

“Oleh karena itu ada kebutuhan kembali mengadakan reshuffle untuk memperbaiki kinerja pemerintah dan citra baik pemerintah di hadapan rakyat dalam momentum pengisian Menteri Investasi dan BKPM yang baru,“ pungkas Sutisna.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya