Berita

Band punk rock asal Purbalingga, Sukatani/Ist

Presisi

6 Anggota Polda Jateng Diperiksa Propam Buntut Lagu "Bayar Bayar Bayar"

SENIN, 24 FEBRUARI 2025 | 02:15 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Enam personel Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jateng diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri berkaitan dengan klarifikasi dari band Sukatani.

Enam anggota Ditressiber itu diduga mengintimidasi personel band Sukatani buntut dari beredarnya lagu berjudul "Bayar Bayar Bayar" dalam album Gelap Gempita. 

Band punk ini diketahui menarik lagunya dan meminta maaf kepada Kapolri dan institusi Polri pada Kamis 20 Februari 2025.


'Hallo #SahabatPropam, Kami akan terus mendalami dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum anggota Polri terhadap personel band Sukatani. Saat ini, dua personel lain dari Ditressiber Polda Jateng telah diperiksa, sehingga total ada enam personel yang dimintai keterangan," bunyi keterangan Divpropam Polri pada Minggu 23 Februari 2025.

Ke depan, Propam Polri memastikan setiap laporan masyarakat, terlebih yang menyangkut dugaan pelanggaran etik atau penyalahgunaan kewenangan oleh anggota Polri, bakal ditindaklanjuti secara profesional dan transparan sesuai prosedur.

"Polri selalu terbuka terhadap kritik yang membangun dan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Mari bersama-sama ciptakan ruang ekspresi yang positif dan kondusif!" Bunyi pernyataan DivPropam melalui akun media sosial "X".

Di sisi lain, dalam rangka semangat melakukan perbaikan institusi serta mencegah terjadinya perilaku menyimpang seluruh personel, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak band Sukatani untuk menjadi Duta Polri.

"Nanti kalau Band Sukatani berkenan akan kami jadikan juri atau band duta untuk Polri terus membangun kritik demi koreksi dan perbaikan terhadap institusi dan juga konsep evaluasi secara berkelanjutan terhadap perilaku oknum Polri yang masih menyimpang," kata Sigit kepada wartawan, Minggu 23 Februari 2025.

Jebolan Akpol 1991 itu menegaskan bahwa Polri tidak antikritik. Korps Bhayangkara saat ini menerima dan terbuka dengan seluruh bentuk saran serta masukan dalam membangun institusi yang bersih.

"Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbenah menjadi organisasi yang bisa betul-betul adaptif menerima koreksi untuk bisa menjadi organisasi modern yang terus melakukan perubahan dan perbaikan menjadi lebih baik," kata Sigit.



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Pasutri Pura-pura Jadi Korban Begal Gegara Terlilit Utang

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:15

Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Mendunia

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:02

Seleksi JPT Pratama Digugat, GHARIS Seret Pemkot Tangsel ke PTUN

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:47

Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:10

Bongkar Dugaan Bunker Jokowi di Solo dan Karanganyar

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:00

DPR Didesak Investigasi Proyek Jarkompenas AirNav

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:38

Semifinal Piala Dunia, Iran vs Amerika, Wasitnya Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:12

Operasi Pendinginan Kapolri-Jaksa Agung Mengaburkan Akuntabilitas Perkara

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:00

Pernyataan Juri Ardiantoro soal Pengelolaan Aset Negara di Kemayoran Tuai Apresiasi

Senin, 13 Juli 2026 | 23:54

235 Bus Sekolah Gratis Layani Pelajar Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 | 23:40

Selengkapnya