Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman/Net

Nusantara

Mentan: Ketahanan Pangan Sangat Penting bagi Indonesia

SABTU, 22 FEBRUARI 2025 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jika pangan mampu dikendalikan, maka negara tidak perlu lagi melakukan impor hingga 50 tahun ke depan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan keyakinannya itu saat membuka Sidang Umum Majelis Umum (SUMU) Perhimpunan Ikatan Alumni PTN Indonesia (Himpuni) di Makassar, Jumat, 21 Februari 2025. 

Menurutnya, Indonesia berpotensi menjadi negara superpower jika mampu mengendalikan sektor pangan dan energi. 


"Pangan kita kendalikan, energi kita kendalikan, inilah yang akan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia dan kalau seperti ini Indonesia 50 tahun ke depan kita tanpa impor," jelasnya.

Kolaborasi yang erat merupakan kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian yang dimiliki, Indonesia dapat memaksimalkan potensinya di sektor pangan dan energi.

Dalam paparannya itu juga ia mengungkapkan peran strategis ketahanan pangan dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.

Ketahanan pangan sangat penting bagi satu negara seperti Indonesia, katanya. Indonesia pernah dilanda krisis ekonomi dan Covid-19, namun masih bisa dihadapi.

“Pangan sangat strategis untuk Indonesia. Jika kita menghadapi krisis ekonomi atau pandemi seperti Covid-19, Indonesia masih bisa bertahan. Namun, jika kita menghadapi krisis pangan, itu akan menjadi masalah besar,” tegas Mentan Amran.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya