Berita

Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi/Ist

Politik

Belajar Dari Kasus Hasto, APH Harus Usut Skandal E-KTP Ganjar

JUMAT, 21 FEBRUARI 2025 | 21:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2025. 

Aksi ini menuntut Presiden Prabowo Subianto memerintahkan aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas skandal korupsi E-KTP yang telah merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun. Diketahui, skandal ini diduga melibatkan beberapa politisi seperti Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar.
?Menurut pengunjuk rasa, pengusutan kasus ini relevan dengan proses hukum yang kini dijalani Hasto Kristiyanto yang menunjukkan bahwa penegakan hukum harus berlanjut

“Publik masih menunggu kepastian hukum bagi nama-nama yang diduga terlibat dalam mega skandal E-KTP, termasuk Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar,” kata Koordinator aksi, Bung Arnold.

“Publik masih menunggu kepastian hukum bagi nama-nama yang diduga terlibat dalam mega skandal E-KTP, termasuk Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar,” kata Koordinator aksi, Bung Arnold.

Arnold menegaskan bahwa tidak boleh ada tebang pilih dalam penegakan hukum. Jika pemerintahan Prabowo benar-benar ingin membuktikan komitmennya dalam pemberantasan korupsi, maka pengusutan skandal E-KTP harus dituntaskan hingga ke akar-akarnya, termasuk memeriksa Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar.

?“Penangkapan Hasto hanya awal. Kami menuntut Presiden Prabowo untuk mengambil langkah tegas dengan mengusut semua pihak yang diduga terlibat dalam skandal E-KTP. Nama Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar pernah disebut dalam kasus ini, maka KPK harus berani membuka kembali penyelidikan terhadap mereka,” ujar Bung Arnold dalam orasinya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya