Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Harga Emas Menjulang ke Rekor Tertinggi Ditopang Permintaan Safe Haven

JUMAT, 21 FEBRUARI 2025 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas melesat ke rekor tertinggi di tengah kekhawatiran ancaman perang dagang akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump. 

Dikutip dari Reuters, emas spot naik 0,1 persen menjadi 2.936,38 Dolar AS per ons pada penutupan perdagangan Kamis 20 Februari 2025 atau Jumat pagi WIB. Emas spot sempat mencapai 2.954,69 Dolar AS di awal sesi. 

Harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,7 persen menjadi 2.956,10 Dolar AS per ons. Sejauh tahun ini, emas melambung sekitar 12 persen.


Analis mengatakan, ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung terus memicu inflasi sehingga banyak yang berminat pada safe haven terhadap emas.

Risalah rapat kebijakan terakhir Federal Reserve, Rabu, menunjukkan bahwa usulan kebijakan awal Trump memicu kekhawatiran atas meningkatnya inflasi, yang memperkuat sikap bank sentral untuk menunda pemotongan suku bunga lebih lanjut.

Ekspor emas dari Swiss melesat sepanjang Januari (year-on-year) karena pasokan ke Amerika melonjak ke level tertinggi dalam setidaknya 13 tahun, menurut data bea cukai Swiss.

Sementara itu harga perak spot naik 0,6 persen menjadi 32,92 Dolar AS per ons. Platinum menguat 0,7 persen menjadi 978,05 Dolar AS.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya