Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Mantan Menkeu Beberkan Penyebab Kelas Menengah RI Menyusut

RABU, 19 FEBRUARI 2025 | 12:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jumlah kelas menengah di Indonesia mengalami penyusutan selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), jumlah kelas menengah menyusut dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 48,27 juta jiwa pada 2023. 

Penurunan sebesar 9,06 juta jiwa atau 18,8 persen ini telah berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Mantan Menteri Keuangan yang juga anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Chatib Basri, menilai penyusutan kelas menengah ini disebabkan oleh melemahnya sektor manufaktur yang selama ini menjadi pencipta utama lapangan kerja dengan pendapatan stabil.


"Lapangan pekerjaan yang bisa menciptakan pekerjaan untuk kelas menengah adalah manufacturing. Masalahnya dalam beberapa tahun terakhir share manufacturing terhadap GDP mengalami penyusutan. Jadi ini adalah challenge yang harus kita hadapi," ujar Chatib dalam acara Economic Outlook SMBC, Selasa 18 Februari 2025.

Kinerja Manufaktur Melemah
Sepanjang 2024, industri manufaktur Indonesia masih menunjukkan kinerja yang lesu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor manufaktur hanya tumbuh 4,43 persen angka terendah dalam tiga tahun terakhir. 
 
Sementara itu, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia mencatat kontraksi selama lima bulan berturut-turut, dengan angka di bawah 50 pada Juli (49,3), Agustus (48,9), September (49,2), Oktober (49,2), dan November 2024 (49,6).

Terakhir kali Indonesia mengalami kontraksi manufaktur selama lima bulan berturut-turut adalah pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020, ketika aktivitas ekonomi sempat terhenti akibat kebijakan pembatasan sosial.

Meningkatnya Pekerjaan di Sektor Informal
Selain perlambatan sektor manufaktur, Chatib juga menyoroti tren menurunnya penciptaan lapangan kerja formal. Padahal, sektor formal umumnya menawarkan upah yang lebih tinggi dan stabil, sehingga mendukung pertumbuhan kelas menengah.

"Pada 2019-2024 sebagian besar pekerjaan yang tercipta adalah sektor informal inilah yang menjelaskan dimulainya gig economy, serta pekerjaan informal lainnya serta ada pengaruh Covid inilah yang menjelaskan kenapa kelas menengah kita mengalami penyusutan," jelasnya.

Pekerjaan di sektor gig economy meliputi pengemudi ojek online, kurir, serta pekerja lepas di sektor jasa. Namun, pekerjaan ini cenderung lebih rentan karena tidak sepenuhnya terlindungi dalam skema perlindungan sosial, mengingat mayoritas pekerjanya berstatus paruh waktu.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya