Berita

Ilustrasi (Foto: seatrade-maritime.com)

Bisnis

Prabowo Atasi Jepang, IHSG Tembus 6.800

SENIN, 17 FEBRUARI 2025 | 23:25 WIB | OLEH: ADE MULYANA

KEJUTAN di sesi awal pekan yang mengesankan, demikian ungkapan tepat bagi kinerja bursa saham Indonesia dalam menjalani sesi hari ini. Usai kesulitan melakukan gerak rebound teknikal secara meyakinkan dalam beberapa hari sesi perdagangan pekan lalu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan gerak konsisten di zona penguatan tajam di sepanjang sesi.

Kinerja moncer IHSG kali bahkan semakin istimewa di tengah masih ragunya kinerja bursa saham global dan regional. Laporan yang beredar menyebutkan, sesi penutupan pekan lalu di bursa Wall Street yang juga hanya menghasilkan kinerja Indeks yang mixed. Situasi nyaris serupa juga terpotret pada bursa saham utama Asia dalam membuka sesi pekan ini, Senin 17 Februari 2025.

Pelaku pasar di Asia terpantau hanya mengandalkan sentimen penting dari kinerja perekonomian Jepang, di mana pemerintahan negeri Matahari Terbit itu mengklaim pertumbuhan ekonomi di kuartal terakhir 2024 sebesar 0,7 persen yang relatif melampaui ekspektasi pelaku pasar. Sementara kinerja pertumbuhan secara tahunan mencapai 2,8 persen atau sesuai ekspektasi pasar.


Namun rilis kinerja yang lumayan positif tersebut gagal menghadirkan sentimen gembira bagi bursa saham Jepang. Pantauan menunjukkan, kinerja Indeks Nikkei yang justru sempat terjungkal di zona pelemahan moderat usai rilis data tersebut. Kinerja Indeks Nikkei terpantau konsisten berada di rentang moderat di sepanjang sesi perdagangan. Indeks Nikkei kemudian menutup sesi dengan flat alias naik sangat tipis 0,06 persen di 39.174,25.

Berbeda dengan Indeks Nikkei, Indeks KOSPI di bursa saham Korea Selatan justru mampu mencetak kinerja penguatan meyakinkan di sepanjang sesi. Indeks KOSPI kemudian menutup sesi dengan melonjak tajam 0,75 persen di 2.610,42. Namun kinerja suram justru mendera bursa saham Australia, di mana Indeks ASX200 terkoreksi moderat 0,22 persen dengan berakhir di 8.537,1. Meski demikian, kemerosotan Indeks ASX200 terkesan lebih mencerminkan koreksi teknikal usai mencetak serangkaian rekor tertingginya sepanjang sejarah di sepanjang sesi pekan lalu.

Sesi perdagangan yang terkesan sangat menonjol terjadi di Indonesia, di mana IHSG secara mencolok mampu membukukan gerak naik tajam secara konsisten. Pelaku pasar di Jakarta terlihat mampu memaksimalkan sentimen domestik yang tersedia dari rilis data neraca dagang. Laporan menyebutkan, kinerja neraca dagang nasional yang membukukan surplus sebesar $3,45 milyar pada Januari 2025 lalu.

Besaran surplus tersebut tercatat jauh melampaui ekspektasi pasar yang sebesar$1,9 milyar. Laporan lebih jauh menyebutkan, kinerja impor yang turun 2,67 persen sementara kinerja ekspor melesat 4,88 persen. Rangkaian kinerja tersebut akhirnya menghasilkan surplus yang jauh melampaui ekspektasi pasar. Catatan kinerja positif ini seakan memberikan sokongan bagi kinerja pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk sekaligus mengatasi sentimen keraguan dari kinerja perekonomian Jepang. Sikap optimis akhirnya membuncah hingga melonjakkan IHSG dalam rentang sangat tajam.

Pantauan menunjukkan kinerja IHSG yang semakin melesat usai rilis data neraca dagang dan gerak hijau semakin berlanjut dan kian tajam hingga sepanjang sesi perdagangan sore. IHSG kemudian memungkasi sesi awal pekan ini dengan meroket 2,9 persen di 6.830,88. Tinjauan RMOL menunjukkan, meroketnya IHSG kali ini yang juga tak lepas dari potensi rebound teknikal yang terpendam usai mengalami keruntuhan curam dalam beberapa pekan sebelumnya.

Pelaku pasar terkesan mendapatkan momentum untuk merealisasikan potensi rebound teknikal dari rilis data neraca dagang. Tinjauan juga memperlihatkan, kinerja meyakinkan IHSG kali ini yang tercermin dengan akurat pada gerak sejumlah besar saham unggulan.

Hampir seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan membukukan lonjakan tajam yang bervariasi, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, TLKM, BBNI, ADRO, ASII, BBTN, INDF, JSMR, PGAS dan ISAT.

Saham unggulan hanya menyisakan UNTR, ICBP, UNVR dan JPFA yang kembali menutup sesi di zona merah.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya