Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto saat menjadi panelis di Forum Ekonomi dalam rangkaian The World Goverment Summit 2025 di Dubai, Rabu, 12 Februari 2025/Ist

Dunia

Indonesia Menuju Pemain Utama Industri Aluminium Dunia

SABTU, 15 FEBRUARI 2025 | 21:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Indonesia bisa menjadi modal kuat untuk menjadi pemain besar di industri aluminium dunia.

Pengakuan tersebut disampaikan CEO Emirate Global Aluminium (EGA), Abdulnasser Ibrahim Saif Bin Kalban saat bertemu Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA).

“Indonesia adalah negara potensial di sektor aluminium. Oleh karena itu perlu terus dilakukan feasibility study guna mengukur efisiensi produk aluminium Indonesia,” ungkap Abdulnasser.


EGA merupakan perusahaan produsen aluminium premium terbesar di dunia, yang memiliki smelter di Dubai dan Abu Dhabi, sekaligus menjadi perusahaan industri terbesar di PEA di luar sektor minyak dan gas.

Menurutnya, potensi Indonesia itu perlu dibahas lebih lanjut untuk memetakan proyek-proyek yang dapat dikerjasamakan.

“Dengan kemampuan dan teknologi yang kami gunakan, potensi sumber daya alam Indonesia akan menghasilkan aluminium terbaik dalam jumlah yang besar," demikian Abdulnasser.

Di sisi lain, EGA telah menyepakati kerja sama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk memperluas Smelter di utara Sumatera. Proyek kerja sama tersebut belum terealisasi karena faktor tingginya biaya listrik dan pasokan listrik rendah karbon yang digunakan untuk memproduksi aluminium hijau.

Sementara itu, Menko Airlangga menyebut kerja sama Indonesia-PEA harus dipastikan bisa berdampak positif bagi rakyat Indonesia.

“Perlu dipastikan kerja sama sektor aluminium ini memiliki dampak ekonomi yang besar terutama dalam penciptaan lapangan kerja," kata Menko Airlangga.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya