Berita

Pertemuan Trump-Modi (Foto: tangkapan layar)

Bisnis

India Jinakkan Trump, IHSG Terangkat di 6.638

JUMAT, 14 FEBRUARI 2025 | 18:09 WIB | OLEH: ADE MULYANA

GAGAL mempertahankan penguatan tajam di sesi perdagangan kemarin, kinerja lesu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  berlanjut di sesi penutupan pekan ini, Jumat 14 Februari 2025. Usai berupaya mendaki dalam rentang moderat saat membuka sesi pagi, tekanan jual secara perlahan menghambat penguatan hingga memaksa IHSG sempat menjejak zona penurunan sangat tipis.

Kinerja ragu IHSG untuk melanjutkan penguatan terlihat seiring dengan situasi dan sentimen yang sedang berkembang di pasar global. Serangkaian laporan yang beredar menyebutkan, sikap pelaku pasar di bursa Wall Street yang kini menantikan rilis data penjualan ritel  AS yang diagendakan pada malam nanti waktu Indonesia Barat.

Pelaku pasar cenderung mengambil sikap menunggu dan berhati-hati setelah serangkaian rilis data sebelumnya gagal memberikan arah gerak pasar. Meski demikian, sesi perdagangan di Wall Street mampu menghasilkan gerak naik tajam. Namun kinerja penguatan tajam Wall Street kesulitan untuk menjalar di Asia.


Pantauan dari jalannya sesi perdagangan di Asia menunjukkan, kinerja indeks yang cenderung terjebak di rentang moderat dan mixed. Bahkan hingga sesi perdagangan ditutup, kinerja indeks yang mixed tak jauh berubah. Indeks Nikkei (Jepang) ditutup turun 0,79 persen di 39.149,43, sementara indeks ASX200 (Australia) berakhir naik moderat 0,19 persen di 8.555,8 dan Indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menyudahi sesi dengan menguat terbatas 0,31 persen di 2.591,05.

Pantauan dari jalannya sesi perdagangan menunjukkan pelaku pasar yang mendapatkan suguhan menu sentimen dari pertemuan Perdana Menteri India Narendra Modi dengan Presiden AS Donald Trump di Washington. Pertemuan tersebut sarat dengan kepentingan AS yang sedang sangat membutuhkan kekuatan penyeimbang China di Asia.

Sikap Trump menyangkut tarif masuk yang selama ini dikenal garang dan keras, terkesan agak melunak terhadap India yang sedang dibutuhkan AS untuk mengimbangi kekuatan China. Pertemuan Trump-Modi juga disebutkan mencapai kesepakatan untuk melipat gandakan nilai perdagangan kedua negara perekonomian besar dunia itu hingga mencapai $500 miliar. Sentimen secara keseluruhan yang berkembang di Asia akhirnya gagal menghadirkan gerak tajam indeks.

Situasi sentimen yang tersedia tersebut kemudian membayangi jalannya sesi perdagangan di Jakarta. Pantauan memperlihatkan, kinerja IHSG yang konsisten menjejak di zona moderat di sepanjang sesi. Kinerja IHSG terkesan mulai mengalami tekanan jual terbatas sejak pertengahan sesi pagi.

Pola gerak IHSG juga terlihat tak terlalu beranjak di sepanjang sesi sore dengan konsisten berada di rentang terbatas. IHSG kemudian memungkasi sesi pekan ini dengan menanjak moderat 0,38 persen di 6.638,45. Pantauan lebih rinci memperlihatkan, kinerja saham unggulan yang cenderung mampu bertahan positif di tengah sikap ragu investor.

Sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan mampu menutup sesi dengan gerak positif, seperti: BMRI, BBNI, ADRO, TLKM, ASII, ICBP, UNTR, UNVR, PTBA, BBTN, SMGR dan PGAS. Sedang sejumlah kecil saham unggulan lain kembali terhajar di zona merah, seperti: BBRI, BBCA, INDF, ISAT dan JPFA.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya