Berita

Ilustrasi/Tripadvisor

Bisnis

Etihad Airways Siap Tambah Rute Penerbangan di Indonesia

JUMAT, 14 FEBRUARI 2025 | 03:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bertemu dengan Chief People and Corporate Affairs Officer Etihad Airways Nadia Bastaki, di sela-sela World Government Summit (WGS) 2025 di Dubai pada Rabu, 12 Februari 2025. 

Pertemuan ini membahas penguatan kehadiran Etihad Airways di Indonesia termasuk penambahan frekuensi penerbangan dan pembukaan rute baru untuk mendukung konektivitas udara dan pariwisata.

Dalam pertemuan tersebut, Nadia menyampaikan rencana Etihad Airways untuk memulai penerbangan rute Abu Dhabi–Medan pada bulan Oktober 2025. Rute tersebut direncanakan menggunakan pesawat dengan lebih banyak kapasitas kursi dan fasilitas flatbed. 


Saat ini, proses finalisasi masih berlangsung, dan Etihad berkomitmen memastikan operasionalnya berjalan dengan baik. 

“Kami menjual tiket hingga enam bulan sebelumnya (sebelum Oktober 2025), untuk meningkatkan kesadaran wisatawan mengenai Medan sebagai destinasi, karena itu perlu dukungan percepatan perizinannya,” ungkap Nadia. 

Sebagai bagian dari perluasan kegiatan operasi di Indonesia, Nadia juga mengungkapkan target Etihad Airways untuk meningkatkan rute penerbangan langsung dari Abu Dhabi ke Bali.

“Kami juga ingin meningkatkan frekuensi penerbangan Abu Dhabi–Bali, yang saat ini sudah beroperasi empat kali seminggu,” ujar Nadia Bastaki dalam keterangannya, Kamis 13 Februari 2025.

Ia menekankan pentingnya promosi destinasi baru dengan pemasaran jangka panjang sebagai strategi Etihad Airways. Etihad juga telah menjalin kemitraan erat dengan Garuda Indonesia yang sudah berjalan dengan sangat baik.

Menanggapi hal tersebut, Menko Airlangga menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk peningkatan rute dan kapasitas penerbangan Etihad. 

“Kami mengapresiasi ekspansi Etihad Airways di Indonesia. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perhubungan, akan mempercepat verifikasi kesiapan infrastruktur penerbangan. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar rencana ini dapat berjalan lancar,” ujar Menko Airlangga.

Duta Besar RI untuk UEA yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga menyinggung tentang gagasan kerja sama bebas visa bagi wisatawan, yang diharapkan dapat semakin mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan pelaku bisnis ke Indonesia.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga pada pertemuan tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk PEA Husin Bagis.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya