Berita

Ilustrasi/Ragan

Tekno

Resmi Rilis Model Video AI Firefly, Adobe Siap Geser Sora Buatan OpenAI

KAMIS, 13 FEBRUARI 2025 | 15:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Adobe telah merilis versi publik pertama dari Firefly Video Model, alat kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan klip video. 

Firefly dirancang untuk bersaing dengan model serupa seperti Sora dari OpenAI dan layanan dari perusahaan rintisan Runway. Namun, berbeda dengan pesaingnya, Firefly terintegrasi dengan perangkat lunak pengeditan video andalan Adobe, Premiere Pro, yang banyak digunakan oleh studio film dan televisi. 

Dikutip dari Reuters, Kamis 13 Februari 2025, salah satu keunggulan utama Firefly adalah kemampuannya untuk memperbaiki atau memperluas rekaman yang sudah ada. Pengguna dapat memasukkan rekaman yang kurang sempurna ke dalam model ini dan memintanya untuk menghasilkan klip yang memperbaiki atau menambah rekaman tersebut. 


Firefly menghasilkan klip berdurasi lima detik dengan resolusi 1080p. Meskipun lebih pendek dibandingkan dengan klip hingga 20 detik yang dihasilkan oleh layanan OpenAI, eksekutif Adobe menyatakan bahwa sebagian besar klip individual dalam produksi biasanya hanya berdurasi tiga detik. 

Untuk akses layanan ini, Adobe menawarkan dua paket berlangganan, yaitu paket standard seharga 9,99 Dolar AS per bulan untuk 20 klip dan Firefly Pro yang dibanderol 29,99 Dolar AS per bulan untuk 70 klip.

Sebagai perbandingan, OpenAI menawarkan 50 video dengan resolusi lebih rendah seharga 20 Dolar AS per bulan dan paket seharga 200 Dolar AS yang mendukung video lebih panjang dan beresolusi lebih tinggi. 

Adobe juga sedang mengembangkan paket harga "Premium" untuk studio dan pengguna dengan volume video tinggi, dengan rincian yang akan diumumkan akhir tahun ini. Perusahaan berfokus pada kualitas, dengan rencana untuk mendukung video 4K di masa depan. 

Alexandru Costin, wakil presiden Adobe untuk AI generatif, menyatakan bahwa menghasilkan klip dengan gerakan dan struktur yang baik lebih penting daripada membuat klip yang lebih panjang namun kurang berkualitas. 

"Kami benar-benar berpikir bahwa gerakan yang hebat, struktur yang hebat, skema definisi yang hebat, membuat klip yang sebenarnya tampak seperti film, lebih penting daripada membuat klip yang lebih panjang yang tidak dapat digunakan," kata Costin.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya