Berita

Presiden sementara Suriah, Ahmad al-Sharaa/Net

Dunia

Presiden Suriah Teleponan dengan Putin, Bahas Nasib Hubungan Dua Negara

KAMIS, 13 FEBRUARI 2025 | 14:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Percakapan melalui telepon berlangsung antara Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu, 12 Februari 2025.

Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Suriah menekankan pentingnya hubungan erat antara kedua negara serta keterbukaan Suriah terhadap berbagai pihak dalam rangka menjaga kepentingan rakyatnya dan memperkuat stabilitas serta keamanan nasional.  

"Hubungan strategis antara Suriah dan Rusia tetap kuat, dan Suriah terbuka terhadap semua pihak dengan tujuan melayani kepentingan rakyatnya serta memperkuat stabilitas dan keamanan negara," ujar al-Sharaa dalam pernyataan resmi, seperti dimuat AFP.


Sementara itu, Kremlin mengonfirmasi bahwa panggilan tersebut merupakan komunikasi pertama antara kedua pemimpin sejak kejatuhan Bashar al-Assad tahun lalu.

Putin juga menyampaikan undangan resmi kepada Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaibani, untuk mengunjungi Rusia dalam waktu dekat.  

Moskow telah lama menjadi sekutu utama Suriah, terutama sejak intervensi militernya dalam perang saudara negara tersebut pada 2015.

Namun, kejatuhan rezim Bashar Al-Assad oleh pasukan oposisi Desember lalu telah menjadi pukulan bagi kebijakan luar negeri Rusia, yang kini berupaya mengamankan kepentingannya di negara itu.  

Kremlin menegaskan kembali dukungan terhadap persatuan dan kedaulatan Suriah dalam panggilan tersebut.

"Pihak Rusia menekankan posisi berprinsipnya dalam mendukung persatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial negara Suriah," demikian pernyataan Kremlin.  

Rusia juga memiliki kepentingan strategis dalam mempertahankan dua pangkalan militernya di Suriah, yang kini menjadi lebih rentan setelah pergantian kepemimpinan.    

Sejak naik ke tampuk kekuasaan, Al-Sharaa telah menyerukan evaluasi terhadap kebijakan Rusia di Suriah.

Dalam pembicaraan bulan lalu dengan pejabat Rusia, ia menekankan perlunya Moskow untuk mengatasi kesalahan masa lalu, merujuk pada keterlibatan Rusia dalam perang yang dilakukan oleh rezim Assad.  

Ketegangan ini mencerminkan tantangan baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Meskipun Rusia berupaya menjaga pengaruhnya, kepemimpinan baru di Suriah tampaknya menginginkan hubungan yang lebih seimbang dan tidak hanya berpihak pada kepentingan Moskow.  

Dengan pertemuan tingkat tinggi yang direncanakan dalam waktu dekat, masa depan hubungan Suriah-Rusia akan sangat bergantung pada bagaimana kedua negara dapat menavigasi dinamika politik baru yang berkembang setelah kejatuhan Assad.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya