Berita

Graffiti bertulisan "Adili Jokowi"/Ist

Politik

Graffiti Adili Jokowi Marak Bukti Rakyat Masih Waras

KAMIS, 13 FEBRUARI 2025 | 07:21 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Graffiti bertulisan "Adili Jokowi" bermunculan di berbagai daerah, antara lain, Solo, Yogyakarta, Sleman, Malang, Surabaya, dan Medan.

Mantan Menpora era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo menilai, graffiti yang menyeret nama Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi tersebut merupakan sebuah seruan yang sederhana, namun lugas dan tegas.

"Graffiti itu keinginan sebagian besar masyarakat yang masih waras untuk mendesak aparat hukum melakukan tindakan tegas kepada Jokowi atas kelakuannya, alias tindakan pelanggaran hukumnya yang ugal-ugalan kemarin," kata Roy kepada RMOL, Kamis 13 Februari 2025.


Roy tegas menolak tulisan "Adili Jokowi" di berbagai ruang publik itu disebut vandalisme karena kesannya sangat negatif.

"Mereka berusaha menekan berbagai media mainstream untuk menyebut atau menuliskannya begitu. Meski alhamdulillah Indonesia memiliki banyak media alternatif yang masih berpikiran jernih dan menuliskannya sebagai graffiti," kata Roy.

Graffiti "Adili Jokowi" antara lain terdapat di Solo, seperti di Jalan Profesor. Dr. Soeharso, Jalan Mohamad Husni Thamrin, Jalan Samratulangi, Jalan Ki Hajar Dewantoro, dan Jalan Tentara Pelajar. 

Sementara di Yogyakarta terdapat di 15 titik, antara lain di halte Trans Jogja di Jalan Sultan Agung, Jembatan Layang Lempuyangan, Simpang Empat Jetis, Stasiun Lempuyangan, halte depan Taman Makam Pahlawan di Jalan Kusumanegara, halte dan dinding depan Pura Pakualaman di Jalan Sultan Agung, serta dinding pertigaan Stadion Mandala Krida di Jalan Gayam.

Sedangkan di Kota Medan terdapat di Jalan Jamin Ginting, Jalan Ngumban Surbakti, Jalan Setia Budi, Jalan Wiliam Iskandar, Jalan Sutrisno dan sejumlah kawasan lainya. 

Kemudian di Malang terlihat di Pakishaji, di Tugu Perbatasan Masuk Kota Kepanjen, tepatnya di Jalan Raya Mojosari, Dusun Dawuhan, Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen. 

Bahkan ada yang dikantor partai di Malang. Di antaranya di Kantor DPC PPP di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Talangagung, Kecamatan Kepanjen. Kemudian, di Kantor DPD NasDem Jalan Raya Sukoharjo, Dusun Blobo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen. 

Di Surabaya, tulisan serupa terlihat di Jalan Raya Jemursari, tepatnya sebelum arah Plaza Marina, di Jalan Raya Prapen, Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo.

"Sebenarnya graffiti "Adili Jokowi" ini tidak perlu ada yang kebakaran jenggot hingga pikiran katrok yang masih saja menuduh gerakan ini ada kaitannya dengan kekalahan pilpres tahun 2024 lalu," kata Roy. 

Sebab, menurut Rot, orang yang berpikiran begitu pasti otaknya dihantui oleh kesalahannya sendiri. Sebab graffiti telah ada sejak zaman kuno dan mengalami perkembangan seiring waktu, bahkan sejak Zaman Prasejarah. 

Graffiti pertama kali muncul dalam bentuk lukisan gua yang dibuat oleh manusia purba. Contohnya adalah lukisan di gua Lascaux (Prancis) dan Altamira (Spanyol) yang berusia sekitar 17.000 tahun.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya