Berita

Kondisi perumahan Metland Cibitung, Bekasi (tangkapan layar/RMOL)

Nusantara

Warga Metland Cibitung Kecewa Rumah Setengah Miliar Banyak Masalah

KAMIS, 13 FEBRUARI 2025 | 01:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sejumlah warga Metland Cibitung, Bekasi, khususnya di Cluster Spring Terrace, mengungkapkan kekecewaan mendalam terkait kualitas hunian dan layanan di lingkungan mereka. 

Abi, salah satu warga, menyampaikan bahwa rumah dengan harga lebih dari setengah miliar yang mereka beli justru menghadirkan berbagai permasalahan serius.

"Kami benar-benar kecewa. Ketika hujan, rumah bocor dan temboknya rembes. Tidak lama kemudian, dinding mulai berjamur, yang sangat mengganggu dan tentunya berdampak buruk pada kesehatan," ujar Abi dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu malam, 12 Februari 2025.


Masalah tidak berhenti di situ. Warga juga mengeluhkan kualitas air bersih yang dipasok dari water treatment plant (WTP). Air sering kali keruh, berbau tidak sedap, bahkan alirannya sering mati tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak pengelola.

"Kondisi air seperti itu jelas tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari. Terlebih lagi, mati aliran tanpa pemberitahuan sangat merepotkan kami sebagai penghuni," keluh Abi.

Selain itu, pengelolaan sampah di kawasan tersebut juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan keterlambatan pengangkutan sampah yang sering terjadi, sehingga menyebabkan penumpukan sampah di lingkungan sekitar. 

Kondisi ini mengundang banyak lalat dan menimbulkan bau tidak sedap.

"Kami merasa lingkungan semakin tidak sehat dengan adanya sampah yang sering terlambat diangkut. Ini menambah keresahan kami," ungkapnya.

Masalah lainnya, kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) yang hampir 50 persen dalam satu tahun juga menuai protes warga. Warga menilai kenaikan tersebut tidak sebanding dengan kualitas layanan yang mereka terima.

Tak hanya itu, hingga kini warga masih menunggu realisasi pembangunan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang dijanjikan dalam master plan kawasan.

"Fasum dan fasos yang seharusnya menjadi fasilitas utama bagi kami sebagai penghuni belum jelas realisasinya. Ini sangat mengecewakan," beber Abi.

Warga berharap pihak pengembang segera memberikan penjelasan dan langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kami hanya ingin pengembang memenuhi hak kami sesuai janji yang telah disampaikan. Jangan biarkan masalah ini terus berlarut-larut," pungkasnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Transaksi Jakarta Melonjak Triliunan Selama Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 | 08:18

Pengiriman Pasukan ke Gaza Harus Lewat Mekanisme PBB

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:51

Lapangan Banteng Disiapkan Jadi Lokasi Halalbihalal Warga Jakarta

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:09

Ekspor Ikan RI dari Januari Hingga Lebaran 2026 Capai Rp16,7 Triliun

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:51

Mengulas Kisah Leluhur Nabi Muhammad

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:27

Gema Takbir Idulfitri Ubah Nuansa Angker Lawang Sewu

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:59

TNI dan Gapoktan Songsong Asta Cita Lewat Panen Raya di Merauke

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:45

Kerajaan Nusantara dan Cadangan Devisa Emas

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:17

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:58

Darurat Keselamatan Maritim

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:28

Selengkapnya