Berita

Elon Musk bersama Trump (Foto: AFP)

Bisnis

Cukong Trump Tekor Rp3.300 Triliun, IHSG Berbalik Lompat 1,74 Persen

RABU, 12 FEBRUARI 2025 | 23:31 WIB | OLEH: ADE MULYANA

PESIMISME di bursa saham Indonesia akhirnya mereda di sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu 12 Februari 2025. Usai tersungkur curam dalam lima hari sesi perdagangan terakhir secara beruntun, investor mencoba percaya diri dengan berbalik melakukan aksi akumulasi untuk mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pantauan menunjukkan, IHSG yang konsisten menjejak zona hijau di sepanjang sesi di tengah sentimen keraguan yang masih membentang di bursa global dan regional.

Serangkaian laporan sebelumnya menunjukkan, sikap pelaku pasar di Wall Street yang cenderung menunggu rilis data inflasi terkini usai gagal mendapatkan sokongan signifikan dari pernyataan pimpinan The Fed, Jerome Powell di hadapan Senat. Powell dalam kesempatan tersebut hanya menekankan bahwa kinerja perekonomian AS sebagai cukup kuat dan tidak perlu tergesa menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Rilis data inflasi AS kini menjadi pertaruhan bagi pelaku pasar dan oleh karenanya sesi perdagangan di Wall Street hanya menghasilkan gerak Indeks yang mixed dan dalam rentang terbatas. Jalannya sesi perdagangan di Wall Street memperlihatkan, petaka suram yang mendera saham pabrikan mobil listrik Tesla. Perusahaan milik juragan terkaya dunia, Elon Musk yang juga bertindak sebagai cukong Presiden AS Donald Trump itu sahamnya rontok hingga kisaran 6 persen.


Pantauan lebih lanjut menunjukkan, saham Tesla yang telah ambruk hingga kisaran 17 persen dalam lima hari sesi perdagangan terakhir hingga melalap nilai pasarnya sebesar $200 milyar atau hampir setara dengan Rp3.300 triliun. Keruntuhan tajam Tesla kali ini dilatari oleh langkah rival beratnya asal China, BYD yang dikabarkan menjalin kerjasama dengan DeepSeek, perusahaan aplikasi artificial intelligence fenomenal yang mengejutkan dunia beberapa waktu lalu. Kongsi dua perusahaan raksasa teknologi asal China tersebut diyakini akan semakin menggerus kinerja Tesla di pasar global.

Sentimen keraguan akhirnya tak terhindarkan di Wall Street untuk kemudian berlanjut di bursa saham Asia. Pantauan juga memperlihatkan, keraguan di Asia yang semakin kukuh berkat minimnya sentimen regional yang tersedia.

Kinerja Indeks di Asia akhirnya mencontek Wall Street dengan terjebak di rentang moderat. Hingga sesi perdagangan ditutup, Indeks Nikkei (Jepang) naik 0,42 persen di 38.963,7, sementara Indeks KOSPI (Korea Selatan) menanjak 0,37 persen di 2.548,39 dan Indeks ASX200 (Australia) menguat 0,6 persen di 8.535,3.

Sementara pada bursa saham Indonesia, kinerja IHSG justru menemukan momentum untuk merealisasikan potensi teknikal nya usai mengalami kerontokan suram dalam lima hari sesi perdagangan sebelumnya secara beruntun. IHSG terpantau membuka sesi pagi dengan gerak positif dan semakin menanjak hingga menjelang penutupan sesi pagi. 

IHSG bahkan terlihat konsisten dan semakin mendaki di sepanjang sesi sore untuk kemudian memungkasi sesi hari ini dengan melonjak curam 1,74 persen di 6.645,77. Tinjauan RMOL memperlihatkan, gerak naik IHSG yang semakin tajam pada detik-detik penutupan sesi sore hingga ditutup di titik tertingginya.

Gerak balik lonjakan IHSG kali ini juga diwarnai dengan rilis data penjualan ritel yang diklaim tumbuh lebih kuat pada Desember 2024 lalu sebesar 1,8 persen. Rilis data positif tersebut kian mengukuhkan optimisme temporer pelaku pasar hingga mengangkat IHSG lebih tinggi. Catatan RMOL menunjukkan, rilis data penjualan ritel kali ini yang lumayan mengejutkan dibanding rilis kinerja pertumbuhan ekonomi sepanjang 2024 yang disebutkan mencapai 5,03 persen. Betapapun, rilis data penjualan ritel memberikan sokongan tambahan bagi lonjakan IHSG.

Kinerja moncer IHSG kali ini tercermin meyakinkan pada kinerja saham unggulan yang terpantau sangat solid. Sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan menutup dengan kenaikan yang bervariasi dan tajam, seperti: BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, TLKM, ISAT, ASII, ADRO, UNTR, INDF, PGAS, BBTN dan JSMR. 

Sementara sejumlah kecil saham unggulan lain tercatat gagal menutup sesi di zona hijau, seperti: UNVR, SMGR, ICBP, JPFA dan INTP.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya