Berita

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno, dalam seminar nasional Kahmi dengan Tema "Transformasi Birokrasi dan Good Governance Untuk Indonesia Keluar Dari Middle Income Trap" di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan/RMOL

Politik

Penguatan SDM Kunci Keluar dari Middle Income Trap

RABU, 12 FEBRUARI 2025 | 19:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Indonesia harus memiliki strategi yang tepat agar bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap sebelum 2045. 

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno, dalam seminar nasional Kahmi dengan Tema "Transformasi Birokrasi dan Good Governance Untuk Indonesia Keluar Dari Middle Income Trap" di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan.

"Target ini selaras dengan visi Indonesia 2045, yakni menjadi negara berdaulat, maju, dan berkelanjutan," kata Riyatno, Rabu 12 Februari 2025.


Riyatno mengungkapkan bahwa potensi besar Indonesia terletak pada bonus demografi yang diperkirakan mencapai 318 juta jiwa, dengan 65 persen di antaranya berusia produktif. 

"Selain itu, Indonesia juga diproyeksikan menjadi kekuatan digital utama di Asia Tenggara serta negara dengan pendapatan tinggi," sambungnya.

Saat ini, peran investasi terhadap PDB berada di angka 29 persen dan diharapkan meningkat menjadi 38,1 persen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Nah, untuk keluar dari middle income trap, ekonomi Indonesia harus tumbuh rata-rata 5,7 persen per tahun. Hal ini hanya dapat dicapai melalui reformasi struktural, pemanfaatan bonus demografi, kemajuan teknologi, serta peningkatan daya saing ekonomi.

Pemerintah telah menyiapkan strategi transformasi nasional yang mencakup beberapa aspek utama. Mulai dari penguatan sumber daya manusia (SDM) dan sains, serta pengembangan industri berbasis sumber daya alam guna meningkatkan nilai tambah. 

Lalu pengembangan teknologi informasi, peningkatan produktivitas ekonomi, implementasi ekonomi hijau, transformasi digital, serta penguatan kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

"Tentu untuk kita bisa keluar dari middle income trap salah satu yang sangat penting adalah bagaimana meningkatkan sumber daya manusia yang sudah kita miliki yang sebagian besar produktif," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya