Berita

Presiden terpilih Prabowo mendampingi Jokowi memberikan pengarahan kepada Perwira Tinggi (Pati) TNI-Polri di Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis 12 September 2024/Ist

Publika

Sikap Presiden Prabowo, Lindungi atau Adili Jokowi?

Oleh: Faizal Assegaf*
SELASA, 11 FEBRUARI 2025 | 21:25 WIB

Hanya beberapa jam usai demo serentak mendesak Jokowi diadili, Prabowo muncul bereaksi. Kembali menegaskan kesetiannya pada Jokowi. Bahkan seolah terusik dan menuding ada upaya memisahkan dirinya dari Jokowi.

Omon-omon Prabowo menuai berbagai cemoohan dan spekulasi. Media sosial mendidih, memotret aneka ekspresi kekecewaan yang mendalam. Aktor perusak negara kok dirangkul dan diposisikan sangat istimewa.

Tapi sebagian pihak meyakini hanya taktik politik Prabowo: Merangkul kepala, menebas kaki dan tangan loyalis Jokowi. Sembari menyuguhkan manuver cepat Prabowo melucuti beberapa kebjikan dan pengaruh Jokowi.


Lepas dari silang pendapat tersebut, kemesraan atau perpisahan Prabowo - Jokowi sangat bergantung pada dinamika. Sikap rakyat yang semakin masif menuntut Jokowi diadili, jelas membuat Prabowo terkunci.

Tegasnya, Prabowo berbasa-basi membela Jokowi. Namun dirinya sadar bahwa arus kemarahan rakyat akan terus membesar menuntut keadilan dalam bernegara. Bahkan desakan adili Jokowi telah menjadi jargon revolusi.

Pemanasan revolusi dimaksut secara perlahan memantik kesadaran kolektif rakyat melawan ketidakadilan. Dimana nyaris disemua sendi kehidupan bernegara telah dirusak oleh praktek kekuasaan Jokowi secara brutal.

Yakni, ihwal kebusukan dinasti politik yang menabrak semua etika, aturan dan konstitusi. Hasilnya, sepuluh tahun berkuasa meninggalkan aneka rupa tumpukan problem krusial dan sangat mengkhawatirkan. Adili Jokowi menjadi bara api.

Realitas keprihatinan itu jelas memposisikan Prabowo pada pilihan yang mesti tegas. Berpihak pada rasa keadilan rakyat atau terperangkap melayani dinasti Jokowi? Tidak ada jalan kompromi untuk meredam kemarahan rakyat.

Jangan kendor, galang terus desakan adili Jokowi…!

*Penulis merupakan kritikus politik.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya