Berita

Beberapa istri Kabinet Indonesia Maju dan pengusaha saat acara Grand Opening Shabu Kojo Premium/Net

Bisnis

Brand Anak Bangsa Ingin Berkontribusi Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

SELASA, 11 FEBRUARI 2025 | 14:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Brand milik anak bangsa yang memadukan bahasa Jepang dan Sunda, 'Shabu Kojo Premium', baru saja menggelar Grand Opening yang dihadiri oleh berbagai kalangan seperti pengusaha, profesional, pejabat negara, sosialita, dan lainnya.

Brand ini sebelumnya melakukan soft opening pada akhir tahun lalu, sebelum peristiwa kebakaran di Museum Satria Mandala yang berada satu lokasi. Beruntung, restoran ini ini selamat dari amukan api. 

Grand Opening berlangsung dengan sangat meriah. Terlihat, Tina Astari Maman, istri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, hadir dalam acara ini. Ia nampak menikmati suasana restoran dan memuji sajian yang dihidangkan. 


"Tempatnya nyaman dan makanannya enak-enak. Pelayanannya juga prima," katanya. Ia berharap, restoran yang menawarkan konsep berbeda sebagai sebuah alternatif kuliner dengan kualitas premium ini bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi, 

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani yang juga hadir, menyambut baik dibukanya Shabu Kojo Premium. 

"Selain lokasinya strategis, juga dari sisi tempat begitu nyaman dengan makanan yang higienis dan sehat," tuturnya. 

Shabu Kojo Premium di Museum Satria Mandala, Jakarta, adalah yang terbaru dari deretan restoran Shabu Kojo lain yang bernaung di bawah PT Jhareda Mitra Boga. 

Kojo memiliki dua arti. Dalam bahasa Jepang berarti istana tua, sementara dalam bahasa Sunda berarti 'jagoan'. 

Iko Suhendar partner Shabu Kojo Premium mengapresiasi kehadiran para tamu.

"Tempat ini memang didesain senyaman mungkin agar para pelanggan yang hadir tidak saja bisa mendapat hidangan yang sehat, tapi juga suasana yang nyaman," imbuhnya.

Direktur Utama Shabu Kojo Hanafie Mulyo juga mengaku senang melihat antusias para pengunjung saat Grand Opening. 

"Kami senang ya melihat respon para tamu yang hadir. Tentu itu akan membuat kami tambah semangat dalam memberikan pelayanan maksimal kepada setiap tamu," katanya, dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa 11 Februari 2025. 

Sejak soft opening pada 18 Desember 2024 lalu hingga grand opening, animo masyarakat cukup besar. Menurutnya, tamu berdatangan dengan meninggalkan kesan positif. 

Meski nama brand berbau Jepang, namun sajian makanan di tempat ini tidak melulu berbau masakan Jepang, ada juga makanan khas Indonesia. Juga tersedia panganan seperti kue-kue nusantara sampai rujak dan jamu kunyit asem serta beras kencur. 

Hanafie berharap, Shabu Kojo bisa terus berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan membuka lapangan kerja. 

Saat ini, ia sudah melirik sejumlah lokasi yang akan dijadikan target untuk membuka cabang Shabu Kojo di Jakarta.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya