Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Diversifikasi Energi Solusi Mencapai Keterjangkauan Harga di Masyarakat

SELASA, 11 FEBRUARI 2025 | 06:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah dipandang perlu melakukan diversifikasi energi, sebagai strategi mewujudkan kebutuhan di masyarakat dengan tetap memperhatikan keterjangkauan harga.

Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika (PP KMR), Iwan Bento Wijaya memandang, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia telah secara resmi memaparkan capaian dan kinerja sektor ESDM tahun 2024, pada 3 Februari 2025.

Saat itu disebut-sebut keberhasilan atas capaian pada setiap sektor, antara lain ketenagalistrikan yang terpasang atas listrik fosil dan energi baru terbarukan (EBT), capaian program Biodiesel, Lifting minyak dan gas (Migas), penyaluran pemanfaatan gas bumi, progam bahan bakar minyak (BBM) satu harga, pemanfaatan batubara, serta capaian menurunkan emisi GRK pada sektor energi. 


Akan tetapi pada tanggal dan hari yang sama, Iwan mendapati suatu kendala yang terjadi atas akses energi masyarakat dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap gas elpiji 3 kilogram (kg). 

Menurutnya, hal itu menjadi dampak penerapan kebijakan pengendalian subsidi atas gas elpiji 3 kg yang dilaksanakan mulai 1 Februari 2025, dimana pengecer tidak diperbolehkan untuk melakukan penjualan ke masyarakat. 

“Hal ini direspons oleh Presiden Prabowo Subianto dengan mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap rakyat dengan menunda penerapan penjualan LPG 3 Kg hanya pada sub pangkalan tidak kepada pengecer," ujar Iwan melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 11 Februari 2025.

Dia memandang, melalui semangat dan keberpihakan Presiden Prabowo terhadap rakyat, momentum untuk merealisasikan kebijakan pada tahapan selanjutnya dengan melakukan pendataan dan sosialisasi kepada pengecer untuk menjadi sub pangkalan perlu dilakukan.

"Sehingga, pendataan yang berbasis mikro pada wilayah tingkat RT (rukun tetangga) tercapai dengan tujuan pengendalian atas jalur distribusi energi khususnya LPG oleh negara, dan mempercepat diversifikasi energi dengan berbasis angka kebutuhan energi di masyarakat dengan tetap memperhatikan tingkat kebutuhan dan keterjangkauan harga dalam mengakses energi tersebut," jelasnya. 

Komitmen pemerintah dalam menekan angka impor energi khususnya minyak dan gas terus direalisasikan secara bertahap hingga tahun 2045. Dia mencatat, sektor gas diupayakan pemerintah dengan menekan angka impor elpiji melalui pembangunan jaringan gas (Jargas) dan hilirisasi Batubara menjadi Dimethyl Ether (DME). 

"Upaya ini dilakukan untuk penghematan subsidi LPG dan penghematan devisa negara. Maka, diversifikasi energi sangat dibutuhkan dalam pemenuhan energi masyarakat terutama pada hilirisasi Batubara, hal ini untuk menekan angka impor gas yang dimana setiap tahun adanya kenaikan angka impor gas," tuturnya. 

Selain itu, dia juga memperoleh data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat selama tiga tahun ke belakang, indonesia melakukan impor khususnya gas tahun 2022 sebesar 6.777,1 ribu ton, dan tahun 2023 sebesar 6.934,7 ribu ton. 

"Apa lagi Menteri ESDM juga sudah sampaikan kebutuhan elpiji nasional sebesar 8,05 juta ton dan produksi dalam negeri 1,98 juta ton,” urai Iwan.

Maka dari itu, Iwan meyakini dalam upaya pemenuhan kebutuhan energi nasional dan pengurangan emisi GRK, kebijakan diversifikasi energi dengan mempercepat peningkatan produksi DME, penyaluran kompor listrik dan kompor gas alam, menjadi penting.

"Program hilirisasi Batubara menjadi DME merupakan potensi indonesia untuk wujudkan kemandirian energi dan ketahanan energi nasional, dimana Indonesia sebagai salah satu negara penghasil batubara terbesar dunia," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya