Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Prancis Umumkan Investasi Rp1.830 Triliun di Sektor AI

SENIN, 10 FEBRUARI 2025 | 13:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis akan mengumumkan investasi sektor swasta dengan total sekitar 109 miliar Euro (Rp1.830 triliun) di sektor kecerdasan buatan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pembiayaan tersebut mencakup rencana oleh perusahaan investasi Kanada Brookfield untuk berinvestasi sebesar 20 miliar Euro dalam proyek AI di Prancis dan pembiayaan dari Uni Emirat Arab yang dapat mencapai 50 miliar Euro di tahun-tahun mendatang.

"Dengan kecerdasan buatan, kita dapat melakukan beberapa hal yang sangat besar: mengubah perawatan kesehatan, energi, kehidupan di masyarakat kita", kata Macron, pada pertemuan puncak AI Paris yang dibuka Senin, 10 Februari 2025, waktu setempat, seperti dikutip dari AFP.
"Prancis dan Eropa harus menjadi pusat revolusi ini untuk memanfaatkan setiap peluang dan juga untuk mempromosikan prinsip-prinsip kita," tambahnya.

"Prancis dan Eropa harus menjadi pusat revolusi ini untuk memanfaatkan setiap peluang dan juga untuk mempromosikan prinsip-prinsip kita," tambahnya.

Istana Elysee menyampaikan investasi UEA akan mencakup pembiayaan untuk pusat data berkapasitas 1 gigawatt. Surat kabar La Tribune de Dimanche melaporkan bahwa sebagian besar investasi Brookfield akan digunakan untuk pusat data.

AI membutuhkan energi dalam jumlah besar untuk memberi daya pada pusat data besar, dan Eropa terlihat kesulitan untuk memenuhi permintaan di masa mendatang.

Kabar dari Prancis datang setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa OpenAI, SoftBank, dan Oracle akan menginvestasikan 500 miliar Dolar AS dalam infrastruktur AI selama empat tahun ke depan untuk membantu Amerika Serikat tetap unggul dari China dan pesaing lain dalam perlombaan AI global.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya