Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Arab Saudi Tolak Ide Netanyahu Soal Negara Palestina

MINGGU, 09 FEBRUARI 2025 | 14:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Arab Saudi mengecam keras ide Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk mengusir paksa warga Palestina dan mendirikan negara baru di tanah Arab.

Dalam sebuah pernyataan, Kerajaan Arab Saudi dengan tegas menolak saran Netanyahu dan menekankan kembali dukungan kuat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. 

"Kami mengutuk pernyataan Netanyahu sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari kejahatan yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina, khususnya di Gaza, di mana mereka menghadapi pembersihan etnis yang terus berlanjut," demikian bunyi pernyataan resmi kerajaan, seperti dimuat WAFA pada Minggu, 9 Februari 2025.


Menurut Arab Saudi, pernyataan Netanyahu telah mengabaikan hak dasar warga Palestina untuk hidup bermartabat di tanah mereka sendiri.

Dalam pernyataan lebih lanjut, kerajaan menyoroti dampak menghancurkan dari agresi Israel di Gaza, yang telah mengakibatkan lebih dari 160.000 orang tewas atau terluka. Mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak, yang menunjukkan tidak adanya penghormatan terhadap hak asasi manusia dan tanggung jawab moral.

Arab Saudi menegaskan kembali bahwa rakyat Palestina adalah pemilik sah tanah mereka dan tidak dapat diperlakukan sebagai orang asing atau migran yang dapat diusir sesuka hati oleh pendudukan Israel.

Lebih jauh, kerajaan menekankan bahwa mereka yang memiliki pandangan ekstremis seperti itu telah menghambat Israel untuk mencapai perdamaian. Sikap ini juga mencerminkan penolakan terhadap prinsip hidup berdampingan secara damai serta inisiatif perdamaian yang diajukan oleh negara-negara Arab.

"Hak rakyat Palestina atas tanah mereka tidak dapat dicabut dan tidak dapat diambil, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan," lanjut pernyataan itu. 

Arab Saudi kembali menegaskan bahwa perdamaian abadi hanya dapat dicapai dengan kembali ke akal sehat dan menerima prinsip hidup berdampingan secara damai melalui solusi dua negara, sebagai satu-satunya jalan menuju resolusi yang adil dan berkelanjutan.

Dalam sebuah wawancara, Netanyahu menanggapi pertanyaan mengenai syarat yang diajukan Arab Saudi terkait pendirian negara Palestina dalam konteks normalisasi hubungan dengan Israel. 

Netanyahu mengatakan Palestina dapat membentuk negaranya sendiri di tanah milik Arab Saudi.

"Saudi dapat mendirikan negara Palestina di Arab Saudi. Mereka memiliki banyak tanah di sana," ujarnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya