Berita

Prajogo Pangestu (Foto: investor.id)

Bisnis

Saham Prajogo Pangestu Tumbang, IHSG Ambruk 1,93 Persen

JUMAT, 07 FEBRUARI 2025 | 18:16 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SETELAH terpukul kinerja saham-saham BUMN terkemuka di sesi perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampaknya sedang menjalani masa nahas dalam menutup sesi pekan ini, Jumat 7 Februari 2025. Kali ini, giliran saham dalam group konglomerasi Prajogo Pangestu yang menggiring IHSG dalam penurunan lebih curam.

Sementara pantauan dari jalannya sesi perdagangan di bursa global menunjukkan, Indeks Wall Street yang masih mampu menutup sesi dengan gerak positif meski dalam rentang moderat. Namun gerak positif yang bertahan di Wall Street gagal dipertahankan pada sesi penutupan pekan di Asia.

Laporan lebih jauh menyebutkan, sikap pelaku pasar di Asia yang kini lebih terfokus perhatiannya pada rilis data ketenaga kerjaan terkini AS, NFP (non-farm payroll). Di mana sejumlah kalangan mengekspektasikan sebesar 169.000 tambahan tenaga kerja untuk Januari lalu atau menurun jauh dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 256.000.


Di tengah penantian rilis data NFP tersebut, kabar datang dari Bank Sentral India, RBI yang akhirnya memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25 persen untuk kini berada di kisaran 6,25 persen. Langkah penurunan suku bunga oleh RBI terkesan telah diantisipasi sebelumnya oleh pelaku pasar di Asia, di mana pemerintahan Narendra Modi berkukuh dengan ambisi mencetak pertumbuhan tinggi.

Secara keseluruhan, sentimen yang berkembang dalam menutup pekan ini di Asia masih belum menghadirkan arah yang jelas. Kinerja Indeks di Asia akhirnya lebih cenderung mengikuti potensi teknikalnya usai mengalami serangkaian penguatan dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.

Indeks Nikkei (Jepang) berakhir turun 0,72 persen di 38.787,02, Indeks ASX200 (Australia) melemah tipis 0,11 persen di 8.511,4 dan indeks KOSPI (Korea Selatan) terkikis 0,58 persen di 2.521,92.

Kinerja Indeks di Asia yang cenderung berada dalam tekanan jual memberikan pengukuhan pada bursa saham Indonesia untuk melanjutkan kinerja merah. Sebagaimana dimuat dalam ulasan edisi kemarin, IHSG yang runtuh tak tertahankan akibat terseret oleh kinerja saham-saham BUMN. Lebih jauh disebutkan, posisi IDXBUMN20 pada sesi perdagangan kemarin yang terjungkal parah 3,84 persen untuk berkontribusi signifikan pada terpangkas nya IHSG lebih dari 2 persen.

Namun kinerja IHSG justru semakin suram dalam menjalani sesi penutupan pekan ini. IHSG terpantau konsisten menjejak zona penurunan curam hingga sempat ambruk lebih dari 3 persen pada sesi pagi. Gerak turun tajam IHSG bahkan bertahan hingga sepanjang sesi perdagangan sore. IHSG kemudian memungkasi sesi pekan ini dengan ambruk 1,93 persen di 6.742,57.

Saham Group Prajogo dan Hapsoro Rontok Parah

Pantauan lebih rinci dari jalannya sesi perdagangan memperlihatkan, kinerja saham-saham dalam kelompok konglomerasi Prajogo Pangestu yang menjadi motor keruntuhan IHSG. Pantauan lebih rinci menunjukkan, lima saham dalam group konglomerasi Prajogo Pangestu yang ditutup dengan terjungkal brutal, seperti: PTRO tersungkur 24,6 persen di Rp2.880, BREN terbabat 19,94 persen di Rp7.025, BRPT terpangkas tajam 10,43 persen di Rp815, TPIA anjlok 19,44 persen di Rp6.525 serta CUAN ambruk 19,96 persen di Rp11.325.

Keruntuhan curam juga mendera dua saham perusahaan milik Hapsoro Sukmonohadi (suami ketua DPR RI, Puan Maharani), yaitu RAJA terkapar 15,44 persen setelah berakhir di Rp3.450 dan RATU tersungkur 14,68 persen dengan menutup di Rp7.550. Pantauan lebih lanjut memperlihatkan, kinerja saham dari group Prajogo Pangestu dan  Hapsoro yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan, hingga penurunan curamnya berimbas besar pada keruntuhan IHSG.

Sementara dalam tinjauan sektoral, kinerja saham-saham yang masuk dalam sektor energi, tempat sejumlah saham Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro yang terkoreksi parah. Indeks saham sektor energi tercatat tumbang 6,28 persen untuk berakhir di 2.670,11. Sektor berikutnya yang terjungkal curam adalah sektor infrastruktur, di mana saham BREN milik Prajogo Pangestu masuk. Indeks sektor infrastruktur ditutup dengan ambles 1,96 persen di 1.394,34.

Pantauan juga menunjukkan, sejumlah saham unggulan tercatat masih mampu bertahan positif, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, TLKM, ASII, UNTR, INDF dan ICBP serta PGAS.

Kinerja sangat suram IHSG kali ini juga semakin mengukuhkan tren pelemahan yang telah terbentuk sejak awal November 2024 lalu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya