Berita

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri HUT ke-60 Partai Golkar, Kamis, 12 Desember 2024/RMOL

Politik

Mantan Waketum Gerindra: Golkar Dipimpin Bahlil Mulai Mbalelo di Kabinet

SELASA, 04 FEBRUARI 2025 | 18:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada aroma pembangkangan yang tercium dari Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikan mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono atas kebijakan Bahlil melarang pedagang eceran menjual LPG 3 Kg. Kebijakan yang menyusahkan rakyat ini ternyata dikeluarkan Bahlil sebagai Menteri ESDM tanpa persetujuan Presiden Prabowo.

"Mulai buang badan dan tidak mau tanggung jawab serta disalahkan. Dan Golkar mulai mbalelo di persoalan kegaduhan gas LPG 3 Kg," tegas Poyuono, Selasa, 4 Februari 2025.


Poyuono melihat, Bahlil mulai tidak patuh kepada perintah Prabowo. Bahkan Ketum Golkar itu seakan cuci tangan soal polemik larangan penjualan LPG 3 Kg di pedagang eceran.

Indikasi tersebut terlihat saat Prabowo turun langsung untuk membatalkan larangan penjualan LPG 3 Kg dari pedagang eceran.

"Menteri-menteri dari parpol juga buang badan ketika ada persoalan rakyat, semuanya ditimpakan pada Prabowo," ujar Poyuono.

Arief Poyuono menyebut, polemik LPG 3 Kg bukan salah Prabowo. Sebaliknya, kegaduhan di tengah masyarakat justru terjadi karena Bahlil belum mampu mengimplementasikan perintah Presiden.

"Justru menterinya yang enggak becus mengimplementasikan perintah dari Presiden Prabowo. Jika ada persoalan timbul dan merugikan rakyat, semuanya diarahkan pada Presiden," pungkas Poyuono.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya