Berita

Poster film Quo Vadis tahun 1951/Net

Publika

Quo Vadis Kaum Intelektual

SELASA, 04 FEBRUARI 2025 | 15:33 WIB | OLEH: JIMMY H SIAHAAN

QUO VADIS, adalah frasa bahasa Latin yang berarti "ke mana kamu akan pergi?" atau "ke mana kamu pergi?"

Sebuah klub mahasiswa di University of Pittsburgh, didirikan pada tahun 1944 untuk memberikan tur ke Nationalities Rooms, disebut Quo Vadis.

Istilah quo vadis juga merupakan judul buku yang ditulis oleh penulis Polandia Henryk Sienkiewicz, menurut Webster. Buku ini adalah narasi tentang zaman Nero, dan telah beberapa kali diubah menjadi film.


Film yang paling terkenal adalah versi tahun 1951 yang dinominasikan untuk beberapa Academy Awards. Film ini ditulis oleh John Lee Mahin dan disutradarai oleh Mervyn Leroy.

Film Quo Vadis dibintangi oleh Robert Taylor dan Deborah Kerr, dan mengikuti alur novelnya dengan cukup dekat. Film tersebut dinominasikan untuk Film Terbaik, aktor terbaik dalam peran pendukung untuk dua aktor pendukung yang berbeda, sinematografi terbaik, arahan seni dan dekorasi set terbaik, desain kostum terbaik, penyuntingan film terbaik, dan musik terbaik.

Henryk Sienkiewicz kemudian menerima Hadiah Nobel untuk sastra pada tahun 1905 untuk novel Quo Vadis serta novel-novel lain yang telah ditulisnya. Novel ini hampir 600 halaman dan cukup akurat secara historis dan penggambarannya tentang Roma pada hari-hari terakhir pemerintahan Nero.

Socrates adalah seorang filsuf yang dihukum mati dengan meminum racun hemlock pada tahun 399 sebelum Masehi. Ia dituduh merusak moral kaum muda dan tidak menghormati dewa-dewa.

Sejarah berulang halnya Dreyfusard dituduh "merusak jiwa dan pada waktunya, merusak masyarakat secara keseluruhan" serta intelektual berorientasi nilai pada tahun 1960-an yang didakwa dengan tudingan "indoktrinasi kaum muda".

Konsep "intelektual" dalam pengertian modern dikenal luas berkat Dreyfusard sejak "Manifesto Intelektual" pada 1898.

Terinspirasi oleh surat terbuka Emile Zola protes terhadap Presiden Prancis, mengutuk tipu muslihat terhadap perwira artileri Prancis, Alfred Dreyfus. Dituduh sebagai pengkhianat mata-mata militer.

Dreyfusard sebagai pembela Alfred Dreyfus kerap dikucilkan kaum intelektual arus utama oleh "dewa akademisi Prancis" yang anti Dreyfus. Dreyfusard adalah disebut sebagai "anarkis dari podium perkuliahan".

Dua kategori intelektual sudah menjadi sejarah umum bahwa intelektual konform, pro pemerintah, sedangkan para intelektual berorientasi nilai dihukum dengan berbagai cara. Polanya kembali catatan sejarah awal.

Dalam kitab suci Ibrani, terdapat tokoh merupakan intelektual pembangkang, yang disebut "nabi". Mereka membuat marah penguasa lewat analis geopolitik seruan keadilan dan kepedulian untuk golongan yang papa dan menderita. Raja Ahab yang jahat, mengecam Nabi Elia sebagai pembenci Israel.

Istilah "sejarah intelektual" digunakan pertama kali oleh James Harvey Robinson pada awal abad ke-20 Masehi.

Lingkup kajian dari sejarah intelektual ialah mengenai tokoh yang disebut intelektual dan ide yang dihasilkannya. Sejarah intelektual manusia diawali oleh mitologi.

Pada awal keberadaan manusia, pemikiran yang berkembang selalu berkaitan dengan mitologi. Segala hal dalam kehidupan manusia disangkutpautkan dengan dunia mistis.Pemikiran mistis sepenuhnya diterapkan oleh kebudayaan masyarakat primitif.

Tiap perilaku manusia selalu dikaitkan dengan sumber kekuatan alam yang serba misterius. Sumber kekuatan ini dikenali sebagai Dewa.

Individu manusia sepenuhnya bergantung kepada kekuatan-kekuatan gaib dan menaati hukum alam.

Upacara-upacara magis dilakukan dalam kehidupan sehari-hari terutama ketika mulai bercocok tanam, masa panen, mendirikan rumah atau pindah rumah.

Cerita-cerita yang bersifat magis juga dikaitkan terutama kepada paranormal sebagai perwakilan dari kekuatan magis dan kitab-kitab yang diyakini keramat.

Pada konteks keyakinan yang positif, pemikiran-pemikiran ini menjadi tradisi masyarakat yang disebut kearifan lokal.

Kegiatan hidup manusia pada masyarakat primitif belum dicampuri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemikiran manusia pada masa primitif masih sangat sederhana dan bersifat statis.

Manusia hanya memikirkan tentang perilaku sosial terutama tentang larangan bagi pemuda dan pemudi dalam urusan perkawinan.

Ada pula ketentuan-ketentuan yang bersifat politik seperti pembunuhan atau pengucilan terhadap individu yang melanggar kaidah sosial dan ketentuan perang antarklan.

Istilah "sejarah intelektual" pertama kali digunakan oleh sejarawan Amerika Serikat, yaitu James Harvey Robinson (1863-1936) pada awal abad ke-20 Masehi.

Sejarah intelektual disandingkan dengan sejarah ide yang istilahnya pertama kali digunakan oleh Arthur O. Lovejoy pada tahun 1923.

Lovejoy sendiri adalah salah seorang pendiri Klub Sejarah Ide. Kedua istilah ini merujuk pada hal yang sama, yaitu penelitian tentang ide dalam suatu tradisi keilmuan sejarah.

Namun kedua istilah ini berbeda secara metodologi. Sejarah intelektual mewakili tradisi keilmuan sejarah yang bersifat eksternal dengan metode pengembangan melalui pendekatan kontekstual. Sementara sejarah ide mewakili tradisi keilmuan sejarah yang mengalami pengembangan secara internal.

Adapun mengenai tanggung jawab intelektual, kita dapat menyebutkan sebagai tidak melampaui kebenaran sederhana. Bahwa kaum intelektual secara khusus punya hak istimewa, keistimewaan melahirkan kesempatan, dan kesempatan melimpahkan tanggung jawab. Seorang individu lantas punya pilihan.

Sebuah pilihan ibarat power point, di masa lalu ada sebuah joke, jika penguasa berbicara dia punya power tetapi tidak punya poin, sebaliknya jika intelektual berbicara, dia punya poin tetapi tidak punya power.

Penulis merupakan Eksponen 77-78

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Selat Hormuz dan Senjata Geopolitik Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:40

Gabah Petani Terdampak Banjir di Grobogan Tetap Dibeli Bulog

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:25

MBG Dikritik dan Dicintai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:59

Sambut Kedatangan Prabowo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:50

Tourism Malaysia Gaet Media dan Influencer ASEAN Promosikan Wisata Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:44

Kader Golkar Cirebon Diminta Sukseskan Seluruh Program Pemerintah

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:21

Kritik Mahasiswa dan Dinamika Konsolidasi Kekuasaan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:55

Wacana Impor 105 Ribu Pikap India Ancam Industri Dalam Negeri

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:33

Insan Intelijen TNI Dituntut Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:13

Genjot Ekonomi Rakyat, Setiap SPPG Terima Rp500 Juta untuk 12 Hari

Sabtu, 28 Februari 2026 | 02:45

Selengkapnya