Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Rupiah Dibuka Rp16.370 per Dolar, Diprediksi Kembali Tertekan

SELASA, 04 FEBRUARI 2025 | 10:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah dibuka ke level Rp16.370 per Dolar AS pada perdagangan Selasa pagi, 4 Februari 2025.

Mata uang Garuda itu menguat 78 poin atau 0,47 persen dari perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan RMOL, mayoritas mata uang Asia bergerak bervariasi pada hari ini. Baht Thailand melemah 0,07 persen, Peso Filipina minus 0,51 persen, dan Yuan China ambruk 0,5 persen.


Sedangkan Won Korea Selatan menguat 0,28 persen dan Dolar Singapura tumbuh 0,07 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Di sisi lain, mata uang utama negara maju kompak melemah. Euro Eropa tercatat melemah 0,21 persen, Poundsterling Inggris melemah 0,18 persen, dan Dolar Australia ambruk 1,21 persen.

Pergerakan mata uang hari ini terjadi setelah indeks Dolar berada di posisi 108,75, atau lebih rendah dari posisi awal pekan, Senin 3 Februari, di level 109,7.

Namun, data PMI manufaktur AS periode Januari menunjukkan hasil positif dengan kembali ke area pertumbuhan di atas 50 menjadi 50,9 dari sebelumnya 49,2.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra mengatakan, kondisi ini dapat membuat tingkat kepercayaan pasar terhadap Dolar AS meningkat, yang disinyalir akan kembali menekan berbagai mata uang asing, termasuk Rupiah.

“Jadi, ada peluang pelemahan rupiah terhadap dolar AS lagi hari ini ke area Rp16.480 dengan potensi support di sekitar Rp16.380,” kata Aris dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Februari 2025. 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya