Berita

Kepala BGN Dadan Hindayana/RMOL

Nusantara

Kepala BGN:

Semua Kebagian, Program MBG Baru 0,8 Persen

SELASA, 04 FEBRUARI 2025 | 04:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru berjalan 0,8 persen. 

Demikian penegasan Kepala BGN Dadan Hindayana usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 3 Februari 2025. 

“Sekarang baru 0,8 persen. Kalau nanti pertengahan Februari 1,5 persen. Itu berarti kurang 98,5 persen. Masih banyak peluangnya,” kata Dadan. 


Dadan mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus mengupayakan program baru tersebut hingga mencapai target yang dicanangkan pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bisa menyeluruh.  

“Makanya mengembangkan jejaring dengan berbagai instansi, Polri, TNI, BIN, kemudian NU, Muhammadiyah, dan lain-lain itu untuk mengecepat proses,” kata Dadan.  
 
Namun begitu, Dadan meminta masyarakat tidak perlu khawatir tidak kebagian program MBG. Sebab, program ini baru resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025. 

“Jadi bagi masyarakat enggak usah khawatir ketinggalan program ini, karena program kami baru 0,8 persen. Peluangnya masih besar, siapa pun silahkan bergabung,” kata Dadan.

Terpenting, kata Dadan, masyarakat yang mau andil menjadi mitra dalam program tersebut bisa mendaftar lewat mitra.bgn.go.id. 

“Jangan tertipu oleh orang-orang yang mengaku-ngaku pegawai Badan Guzi di daerah, karena kami tidak pernah memungut bayaran sepeser pun. Jadi kalau ada orang mengaku-ngaku itu, dipastikan bukan orang Badan Gizi Nasional,” pungkas Dadan.



Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya