Berita

Energi terbarukan di India

Bisnis

Sektor Energi Terbarukan India Melesat, Hampir Setengah dari Target 500 GW di Tahun 2030

SABTU, 01 FEBRUARI 2025 | 19:42 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

India dinilai banyak kalangan berada di garis depan transformasi energi terbarukan, mengambil langkah luar biasa dalam energi bersih dan memimpin jalan menuju masa depan yang berkelanjutan. Pada tahun 2024, sektor energi terbarukan (ET) India mencapai titik yang belum pernah terjadi sebelumnya, memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar tenaga terbarukan terbesar dan paling ambisius di seluruh dunia.

Times Kuwait dalam artikelnya mencatat, prestasi sektor energi terbarukan India ini didorong oleh kebijakan yang berani, teknologi mutakhir, dan dukungan pemerintah yang kuat, India dengan cepat beralih dari bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan, dengan tenaga surya dan angin menjadi pusat perhatian.

Komitmen India untuk mencapai 500 gigawatt (GW) energi berbasis bahan bakar nonfosil pada tahun 2030 memperlihatkan tekad kuat untuk memimpin perjuangan global melawan perubahan iklim.


Hingga Januari 2025, India telah mencapai 217,62 GW energi dari bahan bakar nonfosil, hampir setengah dari yang ditargetkan lima tahun lagi.

Diebutkan, sektor energi terbarukan India mencapai pertumbuhan yang luar biasa pada tahun 2024, dengan negara tersebut menambahkan kapasitas surya sebesar 24,5 GW dan kapasitas angin sebesar 3,4 GW. Hal ini menandai lompatan maju yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terutama dalam tenaga surya, yang mengalami peningkatan kapasitas lebih dari dua kali lipat, memposisikan India sebagai pemimpin global dalam pemasangan tenaga surya.

Tenaga angin juga terus mendapatkan momentum, dengan peningkatan kapasitas terpasang sebesar 21% dari tahun 2023. Pencapaian luar biasa ini menyoroti keberhasilan kebijakan progresif India, insentif keuangan, dan penekanan yang semakin besar pada manufaktur domestik untuk mendukung industri energi terbarukan.

Tenaga surya terus menjadi tulang punggung pencapaian energi terbarukan India. Pada akhir tahun 2024, energi surya menyumbang 47 persen dari total kapasitas energi terbarukan terpasang di negara tersebut.

Momen yang menonjol di tahun ini adalah pemasangan kapasitas surya skala utilitas sebesar 18,5 GW, yang menandai peningkatan hampir 2,8 kali lipat dari tahun 2023. Pertumbuhan yang luar biasa ini terutama didorong oleh proyek surya skala besar di negara bagian seperti Rajasthan, Gujarat, dan Tamil Nadu, yang secara bersama-sama menyumbang 71 persen dari total pemasangan surya skala utilitas. Negara-negara bagian ini telah menjadi pusat pengembangan surya, memanfaatkan bentang alamnya yang luas dan sinar matahari yang melimpah untuk memanfaatkan potensi penuh energi surya.

Sektor surya atap India juga mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2024. Dengan pemasangan kapasitas surya atap sebesar 4,59 GW, sektor ini mengalami peningkatan sebesar 53 persen dari tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh pelanggan perumahan dan komersial yang ingin mengurangi ketergantungan mereka pada jaringan listrik dan memangkas biaya listrik.

Revolusi energi terbarukan India bukan hanya tentang peningkatan kapasitas; tetapi tentang mengubah secara mendasar cara negara tersebut memproduksi dan mengonsumsi energi. Dengan peta jalan yang jelas, dukungan kebijakan yang kuat, dan penekanan yang semakin besar pada inovasi dan manufaktur, India berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat energi terbarukan global. Upayanya memberikan contoh yang kuat bagi negara-negara lain untuk diikuti dalam mengejar masa depan yang berkelanjutan dan bebas karbon.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya