Berita

Ilustrasi (Foto: bankbni.co.uk)

Bisnis

BNI Bungkam Trump, IHSG Atasi DeepSeek di 7.109

JUMAT, 31 JANUARI 2025 | 18:16 WIB | OLEH: ADE MULYANA

USAI mengalami longsor curam di sesi perdagangan hari sebelumnya, sikap pelaku pasar di Jakarta terlihat mampu berbalik tajam dalam memungkasi sesi perdagangan bulan perdana 2025 ini dengan melompat tajam. Di tengah kasih bervariasi nya kinerja Indeks di bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan gerak naik tajam secara konsisten di sepanjang sesi perdagangan.

Sementara pantauan dari sesi perdagangan saham di Asia memperlihatkan, belum meyakinkan nya sentimen positif yang tersedia. Sentimen terkini yang bersahabat datang dari Jepang, dengan pertumbuhan penjualan ritel yang mencapai 3,7 persen pada Desember 2024 lalu. Data ini kemudian berpadu dengan rilis tingkat pengangguran yang sebesar 2,4 persen atau berada lebih kecil dari ekspektasi investor. Namun dua rilis data positif tersebut tertepis oleh data lain menyangkut produksi industri yang turun pada Desember lalu sebesar 1,1 persen.

Mixednya rilis data dari Jepang tersebut akhirnya gagal memberikan sokongan optimisme di Asia. Dan di tengah situasi mixednya sentimen dari Jepang ini muncul pernyataan terkini Presiden AS Donald Trump yang memperbarui ancamannya pada blok negara BRICS. Trump dalam pernyataan terkininya menekankan akan mengenakan tarif masuk sebesar 100 persen bagi negara-negara BRICS bila meninggalkan mara uang Dolar AS.


Sekalipun demikian, kinerja Indeks di Asia akhirnya tetap mencoba bertahan positif meski dalam rentang terbatas. Hingga sesi perdagangan penutupan pekan ini berakhir, Jumat 31 Januari 2025, Indeks Nikkei (Jepang) naik moderat 0,15 persen di 39.572,49, sementara Indeks ASX200 (Australia) naik 0,45 persen di 8.532,3 dan indeks KOSPI (Korea Selatan) terjungkal curam 0,77 persen di 2.517,37.

terkhusus pada indeks KOSPI, gerak turun curam lebih diakibatkan usai menjalani libur panjang tahun baru, di mana sentimen terhajarnya saham-saham teknologi oleh rilis aplikasi artificial intelligence DeepSeek yang telah merontokkan bursa saham Wall Street. Pantauan juga menunjukkan, kinerja saham SK Hynix, saham pabrikan chip terkini yang merupakan pemasok utama Nvidia yang ambruk hingga 11 persen di sesi hari ini. Keruntuhan juga dilaporkan mendera saham pesaingnya, Samsung Elektronics yang terpangkas lebih dari 2 persen.

Kinerja mengesankan justru berhasil dicetak IHSG dengan mampu melakukan rebound teknikal secara signifikan. Pantauan RMOL memperlihatkan, tiadanya sentimen domestik yang tersedia membuat pelaku pasar terfokus perhatiannya pada rangkaian sentimen global yang sesungguhnya tak terlalu memberikan arahan optimisme namun juga tidak memberikan pijakan pesimisme. Pelaku pasar di Jakarta kemudian mencoba mengevaluasi tekanan jual berlebihan yang telah terjadi di sesi kemarin dan rebound teknikal kemudian terjadi dengan tajam untuk sekaligus mengatasi sentimen DeepSeek di hari sebelumnya.

Hingga sesi perdagangan ditutup, IHSG tercatat singgah di 7.109,19 atau melonjak 0,51 persen. IHSG terpantau sempat meninju titik tertingginya di 7.174,74 atau melambung tajam 1,43 persen. Gerak IHSG terkesan konsisten mengikis penguatan di ujung sesi perdagangan sore. Pantauan lebih rinci menunjukkan, kinerja saham unggulan yang berkontribusi sangat besar pada gerak balik lonjakan IHSG. Hampir seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan mencetak lonjakan signifikan, seperti: BBRI, BBCA, BBNI, TLKM, ADRO, ASII, UNTR, INDF, PTBA, ISAT, dan CPIN.

Bank BNI Dekati Level Psikologis Rp5.000

Tinjauan khusus pada saham Bank BNI 46 memperlihatkan, kinerja penguatan yang cukup meyakinkan dalam lebih dari dua pekan sesi perdagangan terakhir. Kenaikan tajam BBNI pada sesi hari ini, seakan mencerminkan kemampuan untuk membungkam sentimen kurang menguntungkan dari pernyataan Presiden AS Donald Trump.

Kinerja penguatan yang lumayan konsisten dalam dua pekan terakhir, membuat saham berkode BBNI tersebut telah membentuk tren penguatan yang solid sebagaimana terlihat pada chart terkini berikut:
IMG_20250131_160839.jpg


Sumber: finance.yahoo.com

Tinjauan teknikal memperlihatkan, tren penguatan yang sesungguhnya telah terbentuk sejak sesi 21 Januari lalu, namun sedikit terhambat hingga datangnya masa libur panjang. Dan gerak naik yang kembali berlanjut dalam dua hari sesi perdagangan terakhir telah membuat BBNI kini semakin dekat dengan level psikologis di Rp5.000. Pantauan terkini menunjukkan, BBNI yang melompat tajam 2,8 persen dengan ditutup di Rp4.770 dengan sempat mencetak harga termahalnya di Rp4.880 atau melambung fantastis 5,17 persen.

Sentimen positif domestik yang diperkirakan akan terjadi pada sesi perdagangan Senin awal pekan depan dari rilis data indeks PMI manufaktur dan Inflasi bulanan, sangat membuka lebar peluang bagi BBNI untuk menembus level psikologis Rp5.000. Sistem teknikal yang dikembangkan tim riset RMOL bahkan memperlihatkan peluang dan potensi BBNI untuk mencapai kisaran Rp5.160 bila sentimen domestik pekan depan mampu memberikan optimisme.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya