Berita

Presiden Prabowo Subianto usai menghadiri rapim TNI-Polri 2025 yang berlangsung di Tribrata, Jalan Dharmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Januari 2025/RMOL

Politik

Prabowo Imbau WNI Jangan Mau Dibohongi Sindikat Penyelundupan Manusia

KAMIS, 30 JANUARI 2025 | 21:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto berpesan agar masyarakat Indonesia tidak ikut terlibat dalam kegiatan ilegal, terutama berkaitan dengan penyelundupan manusia ke luar negeri. 

Peringatan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai respons terhadap kasus penembakan lima WNI oleh aparat keamanan Malaysia saat berusaha pergi dari negara itu melalui jalur ilegal.

"Sekali lagi saya ingatkan bahwa jangan mau ikut-ikut dalam kegiatan ilegal. Kalau nyelundup ke negara asing, risikonya negara asing akan bertindak," tegasnya usai menghadiri forum rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri 2025 yang berlangsung di Jakarta Selatan, Kamis, 29 Januari 2025.


Prabowo meminta masyarakat lebih waspada terhadap tawaran yang tidak jelas dari oknum atau sindikat yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi di luar negeri.

"Jadi rakyat kita jangan mau dibohongi oleh sindikat-sindikat yang berjanji ini, berjanji itu," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan proses investigasi atas kasus penembakan diharapkan dapat segera dilakukan oleh otoritas hukum Malaysia.

"Ya itu sedang kita tentunya berharap ada investigasi ya kan. Kita juga yakin pihak Malaysia akan melaksanakan penyelidikan," ujarnya. 

Sementara untuk penanganan para korban, kata Prabowo, pihaknya masih berusaha menempuh prosedur untuk mendapatkan izin pemulangan.

"Ya nanti ada yang ngurus itu," tambahnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya