Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Politik

Warning! Prabowo Bakal Reshuffle Menteri yang Kerja Lambat

KAMIS, 30 JANUARI 2025 | 15:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto memberikan wewenang yang luas kepada para Menteri Koordinator (Menko) untuk mengoordinasikan, mengendalikan, dan menyelaraskan program kerja dengan kementerian di bawahnya. 

Jurubicara pribadi Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan hal ini bertujuan memastikan kebijakan pemerintah berjalan dengan efektif sesuai arahan Presiden.

"Sistematika kerja di kabinet Prabowo itu sudah sangat jelas. Ada Menko yang mengkoordinir sesuai dengan bidangnya masing-masing dan Menko ini difungsikan sedemikian rupa oleh Presiden," kata Dahnil seperti dikutip redaksi melalui akun X miliknya, Kamis 30 Januari 2025.


Menko memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan kementerian sesuai bidangnya dan menjalankan fungsi pengendalian serta pengawasan secara berkala bersama Presiden.

Dahnil yang kini juga jabat Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji mengungkap, Presiden ingin memastikan seluruh anggota kabinet dan birokrasi bekerja cepat. 

Jika ada keterlambatan dalam pelaksanaan program, Presiden Prabowo sudah pasti akan melakukan evaluasi. Bahkan, reshuffle kabinet bisa menjadi opsi jika anggota kabinet tidak menjalankan arahan dengan baik.

"Kalau kemudian itu tidak dijalankan dengan baik, pasti akan ada evaluasi, reshuffle," tegas Dahnil.

Langkah ini menunjukkan komitmen Prabowo dalam memastikan pemerintahan yang efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya