Berita

Ilustrasi petani/RMOLJabar

Publika

Mimpi Petani atas Kenaikan HPP Gabah

OLEH: ENTANG SASTRAATMADJA
RABU, 29 JANUARI 2025 | 22:37 WIB

HARGA Pembelian Pemerintah (HPP) gabah memiliki makna penting bagi petani, karena HPP merupakan harga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk menyerap atau membeli gabah dari petani.

HPP gabah adalah harga yang digunakan sebagai acuan untuk pembelian gabah oleh pemerintah atau perusahaan, dan biasanya ditetapkan berdasarkan kualitas dan jenis gabah yang dibeli.

Dalam konteks pembangunan pertanian, HPP gabah memiliki peran yang sangat penting karena dapat memengaruhi pendapatan petani, kesejahteraan mereka, dan juga ketahanan pangan nasional.


HPP gabah biasanya ditetapkan pemerintah melalui rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian bersama Kementerian/Lembaga, organisasi petani seperti KTNA, HKTI dan dapat berbeda-beda tergantung pada jenis gabah, kualitas, dan lokasi.

HPP gabah mencakup biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik. HPP gabah perlu dihitung dengan cermat agar harga jual gabah kompetitif dan usaha tetap berjalan.

Kesalahan dalam perhitungan HPP dapat menyebabkan harga jual gabah menjadi terlalu tinggi atau rendah. Bagi petani sendiri, HPP gabah memiliki nilai tersendiri dalam kehidupannya.

Setidaknya ada 5 makna penting HPP bagi petani yaitu pertama, terkait dengan aspek pendapatan. HPP gabah merupakan sumber pendapatan utama bagi petani, karena petani  menjual gabah mereka kepada pemerintah atau perusahaan dengan harga yang telah ditentukan.

Kedua, berhubungan dengan kesejahteraan. HPP gabah yang tinggi dapat meningkatkan kesejahteraan petani, karena mereka dapat memperoleh pendapatan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Ketiga, bertalian dengan motivasi. HPP gabah yang tinggi dapat memotivasi petani untuk meningkatkan produksi gabah mereka, karena mereka tahu bahwa mereka akan memperoleh pendapatan yang lebih baik. 

Keempat, berkaitan dengan ketahanan. HPP gabah yang stabil dan tinggi dapat membantu petani untuk meningkatkan ketahanan mereka terhadap fluktuasi harga dan perubahan cuaca.

Kelima, berhubungan dengan pengakuan. HPP gabah merupakan pengakuan atas jerih payah petani dalam menghasilkan gabah yang berkualitas.

Dengan demikian, HPP gabah memiliki makna yang sangat penting bagi petani, karena dapat memengaruhi pendapatan, kesejahteraan, motivasi, ketahanan, dan pengakuan mereka.

Lalu, bagaimana dengan kenyataannya di lapangan? Benarkah kelima makna di atas dapat dirasakan kenikmatannya oleh para petani?

Inilah yang sering jadi persoalan para petani di lapangan. Antara harapan dan kenyataan sangat jauh berbeda. Di benak petani, HPP gabah adalah kata kunci terjadinya perbaikan nasib dan kehidupan. Itu sebabnya, ketika pemerintah menaikkan HPP gabah, sebagian besar petani membayangkan bakal tercipta perbaikan kehidupan ke suasana yang lebih baik.

Namun begitu, para petani sering merenung, mengapa setiap pemerintah menaikkan HPP gabah, yang namanya kesejahteraan petani, seperti yang tidak pernah berubah?

Selain itu, mengapa pemerintah seperti yang tidak berdaya untuk mencarikan jalan keluar terbaiknya agar saat panen raya tiba, harga gabah kering panen di tingkat petani tidak merosot tajam?

Selidik punya selidik, kenaikan HPP gabah tanpa dibarengi dengan perbaikan kualitas gabah yang dihasilkan petani, sama saja dengan omong kosong. Perum Bulog sebagai operator pangan yang ditugaskan secara khusus untuk menyerap gabah petani, sebaiknya bukan hanya berkewajiban menyerap gabah semata, namun juga bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan petaninya.

Fakta menunjukkan, gabah kering panen yang dihasilkan petani, umumnya memperlihatkan kualitas yang kurang baik, sehingga sangat sulit memenuhi kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen.

Akibatnya wajar jika petani akan menjual gabahnya, dengan harga yang lebih rendah dari HPP gabah yang diumumkan pemerintah.

Sebagai gambaran, sesuai dengan Perkabadan No. 2/2025 telah ditetapkan HPP gabah per 15 Januari 2025 diberlakukan sebesar Rp6500. Artinya, mengalami kenaikan sebesar Rp500 dari HPP sebelumnya sebesar Rp6000.

Sayangnya, kenaikan HPP gabah ini tidak dibarengi dengan penyuluhan kepada petani untuk meningkatkan kualitas gabah hasil panennya.

Yang terjadi, ternyata hasil panen gabah para petani, hampir tidak ada yang mampu memenuhi kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen. Atas gambaran ini, muncul kesan harga gabah anjlok, karena petani memang tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan jika berkeinginan menjual gabah dengan harga Rp6500 per kg.

Persoalannya akan semakin rumit, manakala panen raya berbarengan dengan musim penghujan. Dengan keterbatasan alat pengering gabah yang dimiliki petani, sangat sulit mereka menghasilkan gabah kering panen dengan kadar air dan kadar hampa rendah. Dalam kondisi semacam ini, petani cenderung akan menghasilkan gabah basah.

Inilah salah satu pertimbangan, mengapa sejak lama HKTI meminta kepada Pemerintah untuk memberi bantuan Alsintan pasca panen kepada para petani, utamanya alat pengering gabah sederhana yang mudah dioperasikan para petani.

Semoga pemerintah, kini akan lebih mendengar usulan yang disampaikan HKTI.

Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya