Berita

Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng/Net

Bisnis

Sosok di Balik Kesuksesan DeepSeek yang Guncang Pasar Dunia

SELASA, 28 JANUARI 2025 | 10:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

DeepSeek, perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, telah menggemparkan dunia teknologi dengan peluncuran model bahasa terbukanya, DeepSeek-R1. 

Sejak dirilis, aplikasi ini menjadi yang paling banyak diunduh secara gratis di App Store Amerika Serikat, mengalahkan ChatGPT milik OpenAI. 

Bahkan, kehadiran DeepSeek telah menyebabkan penurunan signifikan pada saham perusahaan teknologi besar di Senin 27 Januari 2025 waktu AS.


Kepopuleran DeepSeek tak lepas dari tangan dingin Liang Wenfeng, seorang pengusaha Tiongkok dengan latar belakang keuangan yang mendirikan perusahaan rintisan Al tersebut.

Ia mendirikan dana lindung nilai kuantitatif High Flyer pada tahun 2015 dan mulai fokus pada pengembangan AI pada tahun 2021. Liang membeli ribuan unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia untuk proyek AI-nya, yang menjadi fondasi bagi DeepSeek. 

Lahir pada tahun 1985 di Zhanjiang, Guangdong, Liang menyelesaikan pendidikannya di bidang teknik dari Universitas Zhejiang.

Setelah lulus, Liang bereksperimen dengan mengintegrasikan AI ke berbagai bidang, tetapi tidak berhasil hingga ia mencoba menerapkan AI pada bidang keuangan. 

Ia mulai menggunakan algoritma AI untuk membuat strategi perdagangan guna memprediksi tren pasar dan membantu membuat keputusan investasi. Pada tahun 2021, Liang mulai membeli ribuan unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia untuk proyek sampingannya yang terkait dengan AI.

Pada Maret 2023, Liang memulai DeepSeek untuk mengembangkan kecerdasan umum buatan dan melaporkan bahwa High-Flyer telah mengakuisisi lebih dari 10.000 GPU Nvidia A100 sebelum Amerika memberlakukan pembatasan chip AI di China. Hal ini menjadi dasar bagi DeepSeek untuk beroperasi sebagai pengembang Large Language Model (model bahasa besar).

Sejak dirilis, DeepSeek dengan cepat muncul sebagai pesaing utama bagi raksasa AI seperti OpenAI di bidang penalaran matematika, pembuatan kode, dan efisiensi biaya. 

Aplikasi ini telah membuat model andalannya yang berlisensi MIT menjadi sumber terbuka, serta enam varian sulingan yang lebih kecil, yang berkisar dari 1,5 miliar hingga 70 miliar parameter, menjadi sumber terbuka.

Kepopuleran DeepSeek-R1 telah memengaruhi pasar saham teknologi. Pada 27 Januari 2025, saham Nvidia turun 17 persen akibat kekhawatiran tentang kemampuan DeepSeek dalam mengembangkan model AI canggih dengan biaya rendah.

Penulis khusus bisnis dan investasi di The Wall Street Journal (WSJ), Gregory Zuckerman bahkan menulis kolom khusus terkait Liang.

"Pada hari Jumat, saya belum pernah mendengar tentang Liang Wenfeng," tulisnya.

"Pada hari Senin, saya menyadari bahwa ia mengetahui banyak hal tentang pekerjaan saya, dan saya berusaha keras untuk mempelajarinya," lanjut Zuckerman.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya