Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pengusaha Otomotif Desak Pemerintah Tunda Opsen Pajak Kendaraan

SENIN, 27 JANUARI 2025 | 22:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendesak pemerintah menunda penerapan opsen pajak kendaraan bermotor yang rencananya mulai diberlakukan pada Februari 2025. 

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menilai kebijakan opsen pajak ini akan memberatkan masyarakat dan menambah tantangan bagi pelaku industri otomotif.

"Kalau 12 persen kan kita sudah sampaikan, orang kan waktu beli pake kredit ya, rata-rata. Harusnya nggak terlalu berdampak. Opsen memang tadi saya sampaikan, itu mengganggu lah sedikit," kata Kukuh, Senin 27 Januari 2025.


Opsen pajak adalah pungutan tambahan dengan besaran maksimal 66 persen dari pajak kendaraan bermotor yang berlaku pada tahun sebelumnya. 

Menurut Kukuh, kebijakan ini akan berdampak langsung pada lonjakan harga kendaraan bermotor dan menurunnya permintaan.

Data Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan mobil mencapai 865.723 unit pada 2024, turun 13,9 persen dibandingkan 2023. Penjualan ritel juga merosot 10,9 persen dari 998.059 unit menjadi 889.680 unit.

Dengan situasi tersebut, Kukuh menyebut bahwa target penjualan mobil baru tahun ini sulit mencapai angka 1 juta unit, terutama dengan adanya kenaikan PPN menjadi 12 persen dan tambahan opsen pajak.

"Kita belum duduk bareng (penetapan target 2025), belum menghitung secara rinci, kalau tahun kemarin saja, tidak ada opsen kita satu juta saja tidak dapat. Tahun ini kita harapkan dengan model baru, dan sebagainya, dan perkembangannya ada opsen yang ditunda, kita kalau mau optimis di 900-an (ribuan)," kata Kukuh.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya