Berita

Efek dari viralnya pagar laut membuat sejumlah nelayan di Kabupaten Serang mencabuti bambu-bambu yang mereka tancapkan sebagai media budidaya kerang hijau dan rumput laut/Net

Nusantara

Terbantu Pagar Laut, Nelayan Sukawali: Untuk Budidaya Kerang dan Cegah Abrasi

SENIN, 27 JANUARI 2025 | 01:30 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ternyata para nelayan di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang telah lama memanfaatkan pagar laut untuk mencari nafkah menghidupi keluarga. 

Mereka sama sekali tidak terganggu dengan adanya pagar laut itu, karena bisa digunakan untuk budidaya. 

Salah satu nelayan dari Desa Sukawali, Wasmin bin Calan mengaku pagar laut sepanjang 7 km di wilayah Desa Sukawali dibangun oleh masyarakat setempat sekitar tahun 2014. 


“Awalnya hanya kecil-kecilan, hanya beberapa meter saja, terus tiba-tiba banyak yang membantu dari sana sini, saya kurang tahu dari mana,” kata Wasmin, kepada wartawan, Minggu 26 Januari 2025. 

Pagar laut itu, kata dia, sengaja dibangun masyarakat melakukan budidaya. Kerang hijau, kerang batik, cumi-cumi, rajungan, kepiting, biasanya banyak berada di sana. Ini membantu mereka bisa tetap mendapat hasil ketika gelombang besar yang mengharuskan mereka tidak ke tengah laut. 

“Jadi untuk sero (semacam rumpon). Kalau rumpon itu di tengah laut, kalau sero itu di pinggir,” kata Wasmin.

Di samping itu, sambungnya, pagar laut juga sebagai upaya masyarakat mencegah abrasi yang semakin hari kian mengkhawatirkan. Ia bersaksi bahwa jarak jalan di Desa Sukawali dengan bibir pantai awalnya 1.200 meter, namun saat ini tinggal 500 meter saja.

“Tahun 1984 itu abrasinya sudah tinggi, per tahunnya itu yang kena abrasi sekitar 30 sampai 50 meter. Waktu itu pada masanya pak lurah Nasir ada pengukuran, jarak jalan raya dengan pantai itu 1.200 meter, itu dari tahun 1984. Sekarang itu jaraknya hanya sekitar 600-700 meter,” jelas Wasmin. 

Daratan yang tergerus abrasi tersebut, ungkap Wasmin, dulunya berupa hutan bakau, api-api, maupun empang.

Salah satu nelayan asal Desa Sukawali Harjo Susilo juga mengatakan hal yang sama. Bagi dia, nelayan Sukawali tidak ada masalah dengan pagar laut. 

“Kalau warga nelayan Sukawali sebenarnya (pagar) itu tidak mengganggu. Bahkan ada manfaat lain. Selain menahan abrasi juga bisa untuk sero ,” ungkap dia. 

Jika dulu ada penahan-penahan tersebut, lanjut Harjo, ada kemungkinan daratan tidak sampai tergerus hingga 500 meter dari garis pantai.

Sementara itu, Ketua Nelayan asal Desa Sukawali, Wawan Setiawan, menjelaskan kalau nelayan itu ada bermacam-macam. “Ada nelayan perahu gardan, perahu pancingan, apolo, nelayan jaring. Jadi ada macam-macam,” jelasnya.

Dikatakan Wawan, nelayan Sukawali adalah nelayan yang mencari ikan di tengah laut. 

“Jadi gak main di pinggir laut. Jadi saya rasa nelayan di Sukawali adanya pagar laut tidak merasa terganggu. Tidak ada yang kapalnya jebol karena ada bambu. Kalau yang terganggu itu tukang sodok yang nyari rebon yang di pinggir-pinggir. Itupun sebenarnya gak terlalu terganggu juga,” ungkap Wawan.

Nelayan lainnya Ferdi, mengaku, jika pada saat gelombang laut tinggi, keberadaan pagar laut yang dimanfaatkan untuk selo, cukup membantu dirinya. 

“Kalau angin-angin begini kan jarang ke laut. Di situ nyari kaco, kerang hijau  juga bisa. Adanya bambu-bambu (pagar) itu sebenarnya gak masalah,” ungkap Ferdi.


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya