Berita

Choirul Anam/RMOL

Presisi

Kompolnas: Tingkat Respon dan Faktor Humanis Polisi Perlu Diperbaiki

MINGGU, 26 JANUARI 2025 | 21:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kecepatan respon dan pendekatan humanis menjadi dua hal yang perlu diperbaiki untuk semakin mendapatkan citra positif dari masyarakat. 

Hal ini disampaikan, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam, menyusul hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan perlunya peningkatan citra institusi kepolisian di kalangan publik. 

“Survei Litbang Kompas memberikan masukan yang sangat konstruktif. Kepolisian harus menyikapi hal ini agar kinerja mereka semakin baik dan penerimaan masyarakat meningkat,” kata Anam, Minggu, 26 Januari 2025.


Menurut Anam, responsivitas akan membuat masyarakat menilai apakah polisi bekerja baik atau tidak. Ia mengibaratkan responsivitas ini tidak berbeda dengan kinerja unit gawat darurat (IGD) dalam dunia medis.

“Jika tidak segera ditangani, akibatnya bisa fatal. Hal yang sama berlaku pada polisi, ada banyak situasi darurat yang memerlukan tindakan cepat,” ujar Anam. 

Selain responsivitas, pendekatan humanis juga menjadi sorotan. Anam menilai polisi harus menjalankan kewenangannya secara manusiawi, mengingat polisi memiliki hak untuk menggunakan kekuatan, yang sering kali dikritik oleh publik. 

Anam mencontohkan, dalam menangani kasus tawuran antarpemuda atau antarkampung, polisi perlu pendekatan komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah atau dinas pendidikan. 

“Polisi bisa menghentikan tawuran, tapi untuk menyelesaikan akar masalahnya, dibutuhkan kerjasama lintas sektor,” jelasnya. 

Anam juga menekankan bahwa pendekatan humanis yang tepat dapat mengurangi tingkat kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian, sehingga berdampak positif pada citra institusi. Fenomena “no viral no justice” atau penegakan hukum yang hanya dilakukan setelah kasus viral, menurut Anam, dapat diminimalkan jika pelayanan kepolisian sudah responsif dan transparan. 

“Profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas adalah kunci. Jika ini sudah terbangun, masyarakat tidak akan lagi bergantung pada viralitas untuk mendapatkan keadilan,” pungkasnya.

Anam juga menekankan pentingnya penindakan cepat, profesional, dan transparan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kepolisian. 

“Jika ada pelanggaran, tindak secara terbuka. Jika perlu, minta maaf kepada publik. Ini bagian dari membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya. 

Kompolnas mengapresiasi upaya kepolisian dalam meningkatkan profesionalitas, akuntabilitas, dan transparansi, namun menegaskan masih ada ruang untuk perbaikan. 

“Ketika semua ini diterapkan secara maksimal, citra kepolisian di mata masyarakat pasti akan meningkat,” tegas Anam.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya