Berita

Ratusan personel TNI yang ikut dalam parade Hari Republik India di di Kartavya Path, New Delhi, pada Minggu, 26 Januari 2025/Ist

Dunia

Bikin Bangga! 352 TNI Warnai Parade Besar HUT India

MINGGU, 26 JANUARI 2025 | 16:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Deru genderang, kibaran bendera, dan langkah tegas mewarnai Parade Hari Republik India di Kartavya Path, New Delhi, pada Minggu, 26 Januari 2025.

Di antara kontingen India, hadir pula kontingen Indonesia yang menjadi sorotan dan membawa semangat persahabatan serta kehormatan atas undangan dari pemerintah India.

Menurut laporan Sekretariat Presiden RI, sebanyak 352 personel TNI diundang berpartisipasi dalam parade besar tersebut. Ini merupakan delegasi terbesar yang diundang dalam sejarah peringatan Hari Republik India.


Para perwakilan Indonesia, termasuk Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL) dan pasukan defile TNI, mencuri perhatian masyarakat dengan kekompakan dan keunikan atribut mereka.

Sersan Mayor Dua Taruna (Sermadatar) Lintang Myzard dari Akademi Militer Magelang memimpin GSCL sebagai Penatarama 1 dengan bangga. Lagu Maju Tak Gentar yang dibawakan GSCL menjadi simbol semangat perjuangan Indonesia di mata dunia.

“Saya sangat bangga terhadap almamater saya terutama Akademi Militer mewakili dari sekian banyak akademi atau drumband yang ada di Indonesia. Saya cukup berkesan di hidup saya, mungkin tidak bisa terulang kedua kalinya,” ujar Lintang.

Menurut Lintang, latihan intensif yang dilakukan selama lebih dari sebulan, baik di Magelang maupun Cilodong, membuahkan hasil dengan penampilan yang memukau.

Lintang mengaku tantangan terbesar bagi GSCL di India adalah perbedaan suhu.

"Di Indonesia suhunya 28 derajat, 30 derajat. Di India cukup dingin mungkin karena lagi musim dingin, pagi 5 derajat sampai 10 derajat, sehingga itu membuat kami agak kaget tapi kami dapat mengatasi dengan cepat,” ungkapnya.

Sementara Komandan Peleton pasukan defile, Letda Arm Joshua Mahulette mengungkap rasa bangganya dapat tampil langsung di hadapan Presiden Prabowo, PM Modi, dan Presiden Murmu. Bahkan, ia mengatakan bahwa parade tersebut merupakan momen bersejarah.

"Secara pribadi saya sangat amat bangga karena ini pertama kali dalam sejarah Indonesia tampil diundang bahkan sampai kurang lebih 352 orang. Ini bahkan terbanyak selama India mengundang negara-negara lain. Jadi ini adalah suatu kebanggaan dan suatu kehormatan bagi saya," ujar Joshua.

Dia juga menceritakan bahwa pasukan defile telah menjalani latihan selama tiga bulan untuk memastikan langkah, tempo, dan harmoni yang sempurna. Menurut Joshua, kontingen Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat India.

"Tentara India tuh banyak banget pernak-perniknya kan. Nah pas kita tampil, kita kasih lah yang mereka mau gitu loh pernak pernik Lokananta mulai dari yang tenor pake macan, bass drum pake macan, genderang, belira segala macam dengan keunikan masing-masing,” paparnya.

Bagi Sermadatar Tasya Putri Dwifina dari Akademi Militer Magelang, kebanggaan menjadi bagian dari GSCL tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga sebagai kontribusi untuk hubungan bilateral antara Indonesia dan India.

Tasya turut menyoroti tantangan teknis dalam memainkan lagu Maju Tak Gentar dengan tempo 120 ketukan per menit untuk menyesuaikan dengan tradisi parade India.

"Dari latihan yang keras, dari latihan kami sehari-hari dan latihan yang terus menerus, kami bisa mengikuti," ujarnya penuh syukur.

Presiden RI Prabowo Subianto hadir ke lokasi dengan diantar kereta kuda bersama Presiden India Droupadi Murmu sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat. Dia lalu menyapa Perdana Menteri India Narendra Modi dan para pejabat tinggi India yang hadir.

Prabowo naik ke saluting base atau podium kehormatan dan lagu kebangsaan India dikumandangkan diiringi dengan 21 dentuman meriam.

Dari atas podium, Prabowo, yang mengenakan beskap abu-abu dan peci hitam lalu menerima salam hormat dari kontingen-kontingen defile.

Tak lama kemudian, marching band dari Akademi Militer (Akmil) Indonesia, Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL) dan kontingen barisan TNI tampil memamerkan keunggulan diiringi lagu Maju Tak Gentar.

Saat kontingen dari Indonesia yang terdiri dari 352 personel ini lewat, Prabowo berdiri dan memberikan salam hormat dengan raut wajah bangga.

Ini adalah pertama kalinya kontingen Indonesia menjadi bagian dalam parade hari nasional di luar negeri.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya