Berita

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Nasdem, Cindy Monica Salsabila (Tangkapan layar/RMOL)

Politik

Legislator Nasdem Ingatkan Program Kemenhut Jangan Sulitkan Rakyat

JUMAT, 24 JANUARI 2025 | 00:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Nasdem, Cindy Monica Salsabila Setiawan, menyuarakan kekhawatiran terkait rencana pemanfaatan 20 juta hektare lahan hutan cadangan untuk ketahanan pangan, energi dan air.

Aspirasi tersebut berasal dari konstituen di Dapil Sumatera Barat (Sumbar) II, yang disampaikannya dalam rapat kerja dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis 23 Januari 2025.

Cindy menyoroti beberapa isu penting terkait program besar ini, terutama terkait dampaknya terhadap keanekaragaman hayati dan pencapaian target pengurangan emisi karbon Indonesia.


Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki komitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 31,89 persen pada 2030 melalui Nationally Determined Contribution (NDC) dan program pembukaan 20 juta hektar lahan hutan bisa menjadi hambatan bagi pencapaian target tersebut, terutama dalam pengelolaan lahan gambut dan hutan lindung yang rentan terhadap kerusakan ekosistem.

"Bagaimana kementerian kehutanan memastikan bahwa pembukaan 20 juta hektar hutan ini tidak menghambat pencapaian target khususnya dalam pengelolaan lahan gambut dan hutan lindung yang memang rentan terhadap kerusakan ekosistem," ujar Cindy dalam rapat.

Selain itu, ia juga menekankan meningkatnya ancaman terhadap keanekaragaman hayati akibat rencana tersebut.

Cindy meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk memiliki strategi konkret yang dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pembangunan ekonomi dan perlindungan ekosistem serta keanekaragaman hayati.

"apa strategi konkret dari kementerian kehutanan untuk menyeimbangkan kebutuhan pembangunan ekonomi ini dengan perlindungan ekosistem dan keanekaragaman hayati?" tegas politikus muda Partai Nasdem ini.

Tak hanya itu, Cindy ini juga mengungkapkan kekhawatiran soal konflik tenurial di daerah pemilihannya, Dapil Sumbar II.

Ia mencatat bahwa konflik sengketa lahan antara masyarakat adat dan korporasi HGU (Hak Guna Usaha) meningkat pesat dalam setahun terakhir, dengan lebih dari 18 kasus yang melibatkan sekitar 7.000 kepala keluarga.

“Kita juga ada beberapa contoh kasus Pak, salah satunya adalah masyarakat adat Kapa dengan PT PHP ada juga PTPN VI dengan masyarakat yang ada di Pasaman Barat dan masih banyak lagi,” ungkap Cindy.

Atas dasar itu, ia pun meminta evaluasi mendalam terkait perpanjangan HGU dan mengusulkan agar kriteria sosial dan lingkungan diperhatikan dalam proses tersebut.

"Karena setiap saya balik setiap saya reses ini selalu menjadi keluhan masyarakat. Ya seperti biasa mereka tidak merasa ada manfaat yang langsung dan merasa bahwa adanya perusahaan di sana banyak sekali ketidakadilan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat," sesalnya.

Lebih jauh, Cindy lantas mengingatkan pentingnya koordinasi yang lebih baik antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian ATR/BPN, mengingat tumpang tindih kewenangan dalam sengketa tanah.

Ia pun merekomendasikan peningkatan transparansi dalam pemberian HGU dan memperluas akses masyarakat terhadap informasi terkait lahan.

"Kami merekomendasikan agar kementerian kehutanan untuk meningkatkan koordinasinya antar lembaga dan tentunya transparansi dalam proses pemberian hgu serta meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi lahan khususnya tadi yang ada di Sumatera Barat," tutup Cindy.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya