Berita

Ilustrasi (Foto: ksat.com)

Bisnis

Trump Pukul China, IHSG Lompat 1,05 Persen

RABU, 22 JANUARI 2025 | 16:30 WIB | OLEH: ADE MULYANA

LANGKAH pelaku pasar untuk semakin terfokus pada kebijakan Donald Trump semakin terlihat. Usai pelantikan yang menyita seluruh perhatian dunia, kini perhatian investor tertuju pada kebijakan Trump pada China. Laporan terkini menyebutkan Trump yang sedang mempertimbangkan pengenaan tarif masuk produk asal China sebesar 10 persen mulai awal Februari depan.

Kebijakan tersebut sesungguhnya tak terlalu mengejutkan dan bahkan terbilang lebih sekedar memenuhi janji kampanye Trump yang bertekad menaikkan tarif masuk Antara 10 persen hingga 60 persen. Penaikkan tarif sebesar 10 persen justru mengindikasikan betapa mulai kendornya Trump dalam menghadapi risiko tensi dagang yang lebih besar.

Sebelumnya Trump juga telah menaikkan tarif masuk atas produk asal Kanada dan Meksiko sebesar 25 persen, di mana langkah tersebut langsung direspon dengan rontoknya nilai tukar mata uang Dolar Kanada dan Peso Meksiko.


Namun situasi kali ini justru dinilai positif oleh pelaku pasar hingga membuat Indeks Wall Street kembali terangkat signifikan. Kebijakan tarif yang tak sekeras diperkirakan sebelumnya, dinilai investor sebagai upaya Trump yang mulai.membuka kompromi. Optimisme di Wall Street tersebut kemudian berlanjut hingga sesi perdagangan pertengahan pekan ini di Asia, Rabu 22 Januari 2025.

Namun tentu saja situasi berbeda terjadi pada bursa saham China, di mana Indeks komposit Shanghai dilaporkan turun signifikan usai kabar dari Washington tersebut beredar. Sementara sentimen regional yang tersedia sangat minim, sikap pelaku pasar di Asia semakin terfokus pada sentimen dari Trump.

Pantauan menunjukkan, kinerja Indeks di Asia yang kompak menjejak zona penguatan signifikan di sepanjang sesi. Indeks Nikkei (Jepang) melonjak curam 1,58 persen setelah menutup sesi di 39.646,25, sementara indeks KOSPI (Korea Selatan) melambung tajam 1,15 persen di 2.547,06 dan indeks ASX200 (Australia) menanjak 0,33 persen di 8.429,8.

Laporan juga menyebutkan, lonjakan Indeks KOSPI di Korea Selatan yang terutama dikontribusi oleh saham-saham teknologi akibat kabar sejumlah perusahaan Korea bersiap memindahkan pabriknya dari Meksiko ke AS untuk menghindari penaikkan tarif. Dua emiten penting, yaitu SK Hynix dan LG Electronics terpantau melonjak sangat tajam masing-masing 2,52 persen dan 2,85 persen.

Pola tak jauh berbeda terjadi di bursa saham Indonesia, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu membukukan lonjakan tajam secara konsisten di sepanjang sesi. Lonjakan tajam yang dibukukan di sesi perdagangan kemarin yang terkoreksi, seolah dikompensasi dengan lonjakan lebih tajam di sesi hari ini. Tiadanya sentimen domestik yang tersedia kembali memaksa pelaku pasar semakin tercurah perhatiannya pada sentimen global yang sedang sangat bersahabat.

IHSG tercatat menutup sesi dengan melompat tajam 1,05 persen di 7.257,12 yang sekaligus jauh menembus level psikologis nya di kisaran 7.200. Pantauan RMOL menunjukkan, IHSG yang telah dominan dan kukuh menjejak di atas level psikologis 7.200 di sepanjang sesi perdagangan. Bahkan, pada menit-menit menjelang penutupan sesi, IHSG konsisten melonjak di atas 1 persen.

Kinerja cemerlang IHSG kali ini juga terlihat pada kinerja sejumlah saham unggulan. Pantauan lebih rinci memperlihatkan, sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan membukukan lonjakan bervariasi, seperti: BMRI, BBCA, BBNI, PGEO, TLKM, ASII, UNTR, INDF, PTBA, ICBP, ADRO, ITMG dan CPIN.

Saham unggulan tercatat hanya menyisakan JPFA, PGAS dan SMGR yang menutup sesi dengan pelemahan.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya