Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Jelang 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran, Ekonomi Masih Ketar-ketir

SELASA, 21 JANUARI 2025 | 02:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Di tengah ambisi pertumbuhan ekonomi 8 persen, pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan menginjak masa 100 hari kerja masih dihadapkan soal kinerja pembantunya.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie melihat kinerja tim ekonomi Prabowo-Gibran sejauh ini tak ada yang istimewa.

“Kinerja Menteri Keuangan yang miskin ide dan gagasan terkait pengembangan ekonomi Indonesia, sampai kini cara berpikirnya hanya mentok bagaimana cara pajaki rakyat dan ngutang ke IMF atau World Bank. Tak ada ide kreatif,” kata Jerry dalam keterangannya, Senin, 20 Januari 2025.


“Sedangkan (pertumbuhan ekonomi) kita mentok di 5,1 persen, bahkan sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi kita tahun ini akan mentok di kisaran 5 persen,” tambahnya.

Pengamat kebijakan publik lulusan universitas di Amerika Serikat (AS) itu menyatakan nilai tukar rupiah atas Dolar AS yang terus merosot membawa kekhawatiran ekonomi nasional beberapa bulan ke depan.
 
“Nilai tukar rupiah terus terpuruk bahkan masuk kategori terburuk nomor 5 di dunia, ini berbahaya buat ke depan,” jelasnya. 

Di sisi lain, pemasukan negara yang masih mengandalkan pajak dinilainya tidak cukup untuk menggenjot APBN. Alih-alih menaikan pajak untuk meningkatkan pendapatan negara, dampaknya justru daya beli rakyat makin menurun.

Lanjut Jerry hal itu akibat dari lemahnya tim ekonomi Prabowo-Gibran yang tidak bisa meracik strategi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Untuk tim ekonomi Prabowo-Gibran tak punya grand strategy dan grand design bagaimana mencari solution and the way out agar ekonomi kita tumbuh 8 persen seperti harapan dan cita-cita presiden,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya