Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron/RMOL

Nusantara

Ekosistem Terpadu Kunci Swasembada Pangan

MINGGU, 19 JANUARI 2025 | 09:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Membangun ekosistem pertanian terpadu diperlukan untuk mewujudkan swasembada pangan seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. 

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, seperti dikutip redaksi melalui akun X miliknya, Minggu 19 Januari 2025.

Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan hanya dapat tercapai jika seluruh elemen hulu dan hilir dalam sektor pertanian saling terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik.


"Petani, lahan, air, benih unggul, pupuk, alsintan, penggilingan padi, dan pasar, harus terpadu dalam satu ekosistem yang terkoordinir," kata Herman.

Politikus Partai Demokrat itu menekankan, keberhasilan sektor pangan sangat bergantung pada sinkronisasi antara semua komponen tersebut. 

"Kalau kerja parsial dan tidak terencana, sampai kapanpun sulit terealisasi," jelasnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjawab tantangan utama dalam sektor pangan, seperti kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, dan keterbatasan sumber daya alam. 

Dengan koordinasi yang baik, Indonesia diharapkan mampu menjadi negara yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.



Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya