Berita

Wamen KP2MI Christina Aryani/net

Global

Wamen KP2MI Usut Penyekapan 4 WNI di Myanmar

SABTU, 18 JANUARI 2025 | 10:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) telah melakukan koordinasi dan monitoring bersama kementerian lain terkait kabar penyekapan empat WNI di Myanmar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait hal ini,” kata Wakil Menteri KP2MI, Christina Aryani kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu, 18 Januari 2025. 

Christina menyebut telah mendalami penyekapan WNI yang viral di media sosial. Hasil pendalaman, para WNI tersebut berada di Hpa Lu, Myawaddy, daerah perbatasan Myanmar dengan Thailand. 


“Diduga mereka dipekerjakan sebagai scammer oleh perusahaan penipuan daring di sana,” ungkap Politikus Golkar ini.

Meski lokasi sudah terdeteksi, namun ia mengaku masih menemukan kendala untuk mengadvokasi empat WNI tersebut. Pasalnya, selain terpencil, wilayah Myawaddy merupakan daerah konflik antara kelompok etnis bersenjata dengan militer Myanmar. 

Namun Christina memastikan bahwa kementeriannya dengan Kemlu terus berkoordinasi dan mencari solusi agar dapat membebaskan empat WNI yang disekap di Myanmar dengan selamat. 

“Semoga segala hal yang tengah diupayakan Kemlu membawa hasil baik bagi WNI kita agar mereka bisa secepatnya kembali ke Tanah Air. Kami terus berkoordinasi,” demikian Christina.

Sebelumnya, beredar potongan video di media sosial memperlihatkan sebanyak 4 WNI mengaku sedang disekap dan disiksa di Myanmar. Dalam video yang diunggah akun TikTok @panglimaaryaduta itu, mereka tempat merintih meminta pertolongan Presiden RI Prabowo Subianto.

Salah seorang dari mereka diduga mantan Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Jawa Barat bernama Robiin. 

"Kepada Bapak Prabowo, Presiden baru kami, tolong kami Pak di Myanmar, kami disekap, disiksa, tolong Pak, tolong Pak. Kami disekap, disiksa, setrum, tolong Pak, kami sudah tidak kuat di sini Pak, ini udah dua tahun, semua tertekan, Pak," ujar Robiin dalam video itu, dikutip Rabu 15 Januari 2025.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya