Berita

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi/RMOL

Politik

40 Anak Keracunan Santap MBG di Sukoharjo, Istana Minta BGN Evaluasi

JUMAT, 17 JANUARI 2025 | 11:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sedikitnya 40 anak SDN Dukuh 3, Sukoharjo, Jawa Tengah dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah mengkonsumsi makanan yang disediakan program makan bergizi gratis (MBG).

Kepala Komunikasi Presiden  (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi pada Kamis malam, 17 Januari 2025 mengonfirmasi laporan keracunan pada anak setelah memakan ayam marinasi, salah satu menu MBG hari itu.

"Ada kejadian di salah satu sekolah yang dilayani oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Sukoharjo. 40 anak yang memakan ayam yang dimarinasi mengalami mual dan muntah-muntah," ungkap Hasan dalam pernyataan tertulis.


Dikatakan bahwa anak-anak tersebut telah mendapat perawatan dan saat ini dalam kondisi baik.

"Anak-anak ini sudah ditangani dan diobati di puskesmas terdekat dan keadaannya sudah kembali membaik," kata dia.

Hasan menjelaskan setelah laporan keracunan diterima, makanan langsung ditarik oleh SPPG dan kemudian diganti dengan menu lain.

Menurut Hasan, kejadian di Sukoharjo harus menjadi evaluasi bagi Badan Gizi Nasional (BGN) agar pelaksanaan program MBG berjalan lancar.

"Kejadian semacam ini akan menjadi evaluasi yang amat penting bagi BGN untuk memperketat pelaksanaan SOP dalam setiap rantai proses penyiapan MBG," tegasnya.

Sesuai dengan SOP yang diterapkan BGN, kata Hasan, sampel makanan tersebut langsung disimpan selama 2x24 jam agar penyebab keracunan bisa segera dilacak.

"Saat ini sampel makanan yang disiapkan di SPPG tersebut sedang diperiksa oleh Dinas Kesehatan," tambahnya.

Menu MBG di SDN Dukuh 3 pada Kamis, 16 Januari 2025 adalah nasi, ayam goreng tepung, cah wortel, tahu, dan susu. Selesai dimakan, sejumlah siswa mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah-muntah.

Kepala Puskesmas Sukoharjo, Kunari Mahanani, mengatakan dugaan penyebabnya adalah olahan ayam yang kurang matang.

Ayam yang tidak matang. Yang terkena itu istilahnya cuma mual, muntah, dan pusing, tidak sampai dirujuk ke rumah sakit. Sudah kita tangani, obati, kita observasi, hasilnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Kunari.

Dia memastikan bahwa anak-anak yang menjadi korban keracunan makanan telah ditangani dengan baik.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya