Berita

Plaza Seremoni Sumbu Kebangsaan IKN/Repro

Nusantara

IKN Mangkraknya Lebih Spektakuler Dibanding Hambalang

KAMIS, 16 JANUARI 2025 | 03:42 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Nasib pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih tanda tanya besar di era Presiden Prabowo Subianto.

Sebab kini kondisinya sepi tanpa kegiatan atau mandek beroperasi.

Dilansir dari akun @TOM5helby di X, memperlihatkan situasi yang diduga di Plaza Seremoni Sumbu Kebangsaan IKN. 


Terlihat di video, perekam menunjukkan jalanan yang dilewatinya dipenuhi rumput yang sudah hampir menutupi sisi kiri dan kanan bangunan tersebut. 

Sepanjang perjalanannya, terlihat jelas hijaunya rumput-rumput yang naik sampai hampir menuju jalan utama.

"Setelah candi Hambalang maka munculah candi IKN", begit bunyi caption pada video dikutip Kamis 16 Januari 2025.

"Waduh terbengkalai ya, sangat disayangkan," tulis akun @sepikjangkis di kolom komentar.

Sayangnya, anggaran yang habis menjadi alasan utama pembangunan IKN tidak bisa dilanjutkan.

"Kehabisan anggaran," jawab Tommy Shelby.

Video singkat itu jelas membuat warganet kesal karena proyek IKN menghabiskan dana besar dan hasil utang Luar negeri.

"Bangunnya pakai pinjam sana sini sampai negara bengkak gitu utangnya", @dialogbapakmu_ menyesali.

Hal senada, @kangmirdja juga menyayangkan bangunan mangkrak di Kalimantan itu, "Sedih lihatnya, uang rakyat digunakan untuk hal tidak berguna".

Ia juga menambahkan jika proyek IKN era Jokowi ini mangkraknya lebih spektakuler dibanding Hambalang zaman SBY.

"Ternyata bisa lebih spektakuler dari Hambalang," pungkasnya. 

Diketahui pada 18 Maret 2016, Jokowi yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, secara mendadak meninjau lokasi Pusat Pelatihan, Pendidikan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang di Sentul, Jawa Barat.

Publik membaca blusukan yang dilakukan Jokowi saat itu untuk mempermalukan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.



Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya