Berita

Ilustrasi Gedung PBB/Net

Bisnis

PBB Prediksi Ekonomi Dunia Hanya Tumbuh 2,8 Persen pada 2025

SENIN, 13 JANUARI 2025 | 18:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ekonomi dunia akan kembali tumbuh 2,8 persen pada 2025.

Prediksi tersebut dirilis PBB dalam laporan Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia 2025 pekan lalu. Di mana para ekonom PBB memperkirakan terjadi pertumbuhan ekonomi yang kuat, meskipun ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan China melambat.

“Kita berada dalam periode pertumbuhan yang stabil namun di bawah standar,” kata Kepala Biro Pemantauan Ekonomi Global Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, Shantanu Mukherjee, dalam laporan tersebut.


Seperti dikutip dari Associated Press pada Senin 13 Januari 2025, laporan tersebut mengatakan bahwa ekonomi AS melampaui ekspektasi tahun lalu berkat belanja konsumen dan sektor publik, tetapi pertumbuhan diperkirakan melambat dari 2,8 persen menjadi 1,9 persen tahun ini.

Selain itu, laporan tersebut juga mengatakan pertumbuhan ekonomi China akan sedikit melambat dari 4,9 persen pada 2024 menjadi 4,8 persen tahun ini, karena konsumsi jauh lebih rendah dan krisis properti yang berkelanjutan. 

"Populasi China yang menyusut dan meningkatnya ketegangan perdagangan dan teknologi, jika tidak ditangani, dapat merusak prospek pertumbuhan jangka menengahnya," kata laporan tersebut.

PBB mengatakan bahwa ekonomi global tumbuh 2,8 persen tahun lalu, lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 2,4 persen. Namun, angka tersebut masih di bawah rata-rata 3 persen yang dicatat dunia sebelum pandemi Covid-19.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya