Berita

Ganjar Pranowo/Ist

Politik

Sedot Anggaran Raksasa, Food Estate Jokowi Hanya Hasilkan Malapetaka

KAMIS, 09 JANUARI 2025 | 13:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Program food estate yang digagas Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi sejak 2019 terbukti gagal. 

Dalam enam tahun terakhir, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp539,7 triliun untuk program tersebut, namun hasilnya tidak sesuai harapan.

“Program dengan anggaran raksasa hanya menghasilkan malapetaka," kata politikus PDIP Ganjar Pranowo lewat akun X miliknya, Kamis 9 Januari 2025.


Ganjar menegaskan upaya mewujudkan ketahanan pangan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjaga harga diri sebagai bangsa yang mencintai tanah airnya.

Ganjar menyoroti kesalahan mendasar dalam pelaksanaan proyek food estate, yakni pemilihan lahan. Ia menegaskan, tanah merupakan faktor terpenting dalam pertanian, namun proyek ini malah memaksakan lahan gambut dan kawasan lindung menjadi area pertanian.

Citra satelit menunjukkan dampak lingkungan yang signifikan. Di Desa Tawai Baru, tujuh sektor tutupan pohon hilang akibat proyek ini. Di Gunung Mas, sekitar 18.000 hektar habitat orangutan Kalimantan kini terancam.

"Saya kira itu kegagalan kebijakan," tandas mantan Capres 2024 itu.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya