Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Defisit Neraca Dagang AS Melonjak Jadi Rp1.269 Triliun

RABU, 08 JANUARI 2025 | 17:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Defisit neraca perdagangan Amerika Serikat (AS) tercatat melebar 6,2 persen menjadi 78,2 miliar Dolar AS atau sekitar Rp1.269 triliun pada November 2024.

Seperti dikutip dari Bloomberg pada Rabu 8 Januari 2025, impor negara Paman Sam ini mencatat pertumbuhan terbesar sejak Maret 2022 dengan nilai mencapai 351,6 miliar Dolar AS (Rp5.707 triliun) atau naik 3,4 persen.

Sementara nilai ekspor hanya naik 2,7 persen, dengan nilai 273,4 miliar Dolar AS (Rp4.438 triliun). Angka ini sesuai dengan perkiraan pasar.


Defisit yang kian lebar ini terjadi karena perusahaan mempercepat pengiriman imbas kekhawatiran atas potensi kenaikan tarif oleh pemerintahan baru Donald Trump, dan kemungkinan pemogokan pekerja pelabuhan.

Lonjakan impor ini bersifat luas, termasuk peningkatan barang konsumsi, peralatan modal, dan kendaraan bermotor, yang kemungkinan mencerminkan preferensi perusahaan AS untuk mengamankan pengiriman sebelum potensi kenaikan tarif. 

Selain itu, ada juga potensi pemogokan oleh pekerja pelabuhan dengan tenggat waktu pertengahan Januari untuk mencapai kesepakatan.

Produsen AS, serta penyedia layanan dilaporkan menghadapi tantangan ekonomi global yang lemah dengan Dolar yang menguat, yang berisiko membuat kesenjangan perdagangan tetap lebar tahun ini.

Pada basis yang disesuaikan dengan inflasi, defisit perdagangan tercatat melebar menjadi 96,5 miliar Dolar AS pada November 2024.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya