Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo

Politik

Label Jokowi Terkorup Perlu Dibuktikan Secara Hukum

RABU, 01 JANUARI 2025 | 21:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tuduhan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo sebagai tokoh terkorup tahun 2024 harus dibuktikan secara hukum di Indonesia agar tidak tergiring opini dari negara asing.

Demikian antara lain disampaikan komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil menanggapi masuknya nama Jokowi di daftar finalis tokoh dunia kategori kejahatan terorganisasi dan korupsi tahun 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

"Menurut saya daftar yang dirilis oleh OCCRP tersebut hanya merujuk data secara kuantitatif di setiap negara, dan tidak bisa kita tampik bahwa Pak Jokowi digugat dan dilaporkan secara hukum oleh beberapa lembaga dengan dugaan korupsi," kata Kang Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu, 1 Januari 2025.


Akademisi Universitas Dian Nusantara ini meyakini, selalu ada agenda ganda dari setiap rilis yang disampaikan organisasi internasional tentang Indonesia, apalagi kantor organisasi tersebut ada di Belanda.

"Tentu ini tidak terlepas dari kebijakan Pak Jokowi yang tidak memuluskan kepentingan Belanda selama kepemimpinannya. Jadi saya kira selalu ada kepentingan dalam informasi yang disebar asing soal Indonesia," terang Kang Tamil.

Maka dari itu, masuknya nama Jokowi sebagai finalis tokoh terkorup perlu dibuktikan secara hukum karena Indonesia merupakan negara hukum.

"Jadi jangan juga daftar-daftar dari organisasi asing menggiring opini kita di sini. Baik buruk kita punya kedaulatan, biar kita urus urusan rumah tangga kita sendiri,” tutupnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya