Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo/Ist

Politik

Jokowi Mencoreng Nama Bangsa!

RABU, 01 JANUARI 2025 | 14:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi, mencuat dalam nominasi Tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). 

Nominasi ini menuai berbagai tanggapan, termasuk dari Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Prof Henri Subiakto, yang mengkritisi dampaknya terhadap citra bangsa.

Henri mengatakan, OCCRP telah merilis daftar tokoh-tokoh terkorup di dunia selama lebih dari 10 tahun. Lembaga ini berbasis di Belanda dan memiliki reputasi yang diakui internasional.


"Jadi jangan disalahkan lembaga internasionalnya yang sudah bereputasi dan dipercaya dunia. Jangan pula lalu menyalahkan media yang memberitakan fakta, apalagi menyalahkan warga negara yang ikut menyuarakan keprihatinan atas buruknya pemimpin bangsanya," katanya lewat akun X miliknya, Rabu 1 Januari 2025.

Menurutnya, pengumuman ini mencerminkan realitas pahit tentang kepemimpinan dan dinasti politik Jokowi. Berita buruk ini telah mencoreng nama bangsa, namun fakta ini harus diterima sebagai bahan introspeksi, bukan justru disangkal atau ditutupi.

Henri juga menyoroti kritik tajam masyarakat internasional terhadap perilaku Jokowi dan keluarganya yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. 

“Kalau orang asing saja kritis pada perilaku Jokowi dan keluarga yang dianggap korup, bagaimana dengan kita rakyat Indonesia yang lebih dekat dan menyaksikan korban kebohongannya?" tanya Henri.

Sebagai salah satu negara dengan komitmen terhadap pemberantasan korupsi, keterlibatan nama presiden dalam nominasi semacam ini bisa memengaruhi kepercayaan internasional terhadap pemerintah dan institusi di Indonesia.

Henri menegaskan pentingnya sikap kritis dari masyarakat terhadap kebijakan dan tindakan dinasti politik yang dinilai merugikan negara. 

“Saya jadi makin yakin untuk terus mengkritisi apa yang dilakukan oleh dinasti Jokowi pada negeri ini," pungkasnya.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya