Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan keluarga/RMOL

Hukum

Laporan OCCRP Jadi Pintu Masuk Selidiki Dugaan Korupsi Jokowi dan Keluarga

RABU, 01 JANUARI 2025 | 12:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Indonesia lagi-lagi memperoleh kado memalukan dari dunia internasional di pengujung tahun 2024. Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi masuk dalam nominasi tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

"Wajah ndeso tapi korupsinya menginternasional," kata Kolumnis, Tarmidzi Yusuf dikutip Rabu 1 Januari 2024.

Jokowi dinobatkan sebagai presiden terkorup di dunia bersama 5 presiden di dunia, yaitu Presiden Suriah Bashar al-Assad, Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina.


Bahkan, diktator Suriah Bashar al-Assad yang digulingkan oleh kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) pada awal Desember 2024 lalu, keluar sebagai ‘pemenang’ nominasi kepala pemerintahan terkorup.

Menurut Tarmidzi, bila aparat penegak hukum di Indonesia, seperti KPK, Kejaksaan Agung dan Polri benar-benar independen, bersih dan bebas dari tekanan politik serta pro kebenaran dan keadilan seharusnya laporan OCCRP ini menjadi pintu masuk untuk melakukan penyelidikan terhadap Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, Kaesang Pangarep dan Bobby Nasution.

Belum lagi bom waktu yang bakal diungkap Sekjen PDIP, Hasto Kristyanto yang bakal membongkar korupsi gila-gilaan keluarga Jokowi selama 10 tahun berkuasa di Indonesia.

"Di rezim Jokowi juga mafia tumbuh subur seperti mafia minyak goreng, mafia BBM legal dan ilegal, mafia tambang, mafia peradilan, dan mafia lainnya. Bahkan judi online dibekingi oleh aparat dan pejabat tertentu," kata Tarmidzi.

Setidaknya, kata Tarmidzi, laporan OCCRP menjadi awal era Presiden Prabowo untuk bersih-bersih. Bukan sekadar omon-omon. 

"Kita tunggu keseriusan Presiden Prabowo untuk memberantas korupsi termasuk memulai penyelidikan dugaan korupsi gila-gilaan era Jokowi," pungkas Tarmidzi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya