Berita

Peta Meksiko/Net

Bisnis

Awali Tahun 2025, Meksiko Tetapkan Tarif Baru untuk Barang-barang dari Asia

RABU, 01 JANUARI 2025 | 10:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas pajak Meksiko, SAT, mengumumkan tarif baru yang bertujuan untuk memperketat pengawasan terhadap barang-barang yang berasal dari Asia.

Dalam pernyataannya, SAT mengatakan bahwa barang yang masuk ke Meksiko melalui perusahaan kurir dari negara yang tidak memiliki perjanjian internasional dengan Meksiko akan dikenakan bea sebesar 19 persen.

Hal ini tentunya akan berdampak pada barang-barang yang dijual di aplikasi e-commerce populer seperti Shein dan Temu, karena Meksiko tidak memiliki perjanjian internasional dengan China, tempat kedua aplikasi tersebut bermarkas.


Sementara itu, barang yang masuk melalui perusahaan kurir dari Kanada dan AS, yang merupakan bagian dari perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), akan dikenakan bea masuk sebesar 17 persen jika nilainya lebih besar dari 50 Dolar AS tetapi tidak melebihi 117 Dolar AS.

"Bea masuk sebesar 19 persen juga akan berlaku untuk barang yang melebihi 1 Dolar AS dari negara lain yang memiliki perjanjian internasional dengan Meksiko," kata SAT, seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 1 Januari 2025.

Otoritas pajak mengatakan tarif tersebut akan memperkuat "perang melawan praktik-praktik yang merugikan."

Sebelumnya, negara-negara tidak diharuskan membayar bea atas barang-barang senilai tersebut, menurut juru bicara SAT.

Langkah-langkah baru ini, yang akan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2025, muncul di tengah serangkaian pedoman pajak baru yang berdampak pada perusahaan-perusahaan e-commerce. Termasuk keputusan pada 19 Desember oleh pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum yang meningkatkan bea masuk hingga 35 persen pada sejumlah besar pakaian, seperti gaun dan kemeja, perlengkapan rumah seperti selimut dan gorden, serta tenda dan kanopi kain.

Para pejabat mengatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mencegah impor produk-produk yang menghindari pajak, memastikan lapangan bermain yang setara bagi perusahaan-perusahaan Meksiko, dan melindungi lapangan kerja di sektor tersebut.

Beberapa pakar industri mengatakan keputusan ini bisa menimbulkan gangguan besar terhadap program IMMEX Meksiko yang memungkinkan perusahaan asing mengimpor barang ke Meksiko bebas pajak untuk diproduksi, dirakit, atau dikemas untuk dijual langsung ke pembeli di AS.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya